Penemuan bunga bangkai di Perumahan Bumi Mentari, Pondok Peti, Bojongsari, Depok viral di media sosial. Kini bunga tersebut didatangi warga sekitar hingga media.
Menurut salah satu warga yang pertama kali menemukan tanaman tersebut, Vika Nisaul Fajri, bunga bangkai itu kini sudah dipasang penanda dan ada pembatas dari tumpukan triplek.
"Ini sih sementara sama RT kayak dipagerin gitu. Eh bukan dipagerin ya, kayak cuma ditandain aja gitu," kata Vika kepada detikcom pada Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang datang kebanyakan hanya melihat dan mengambil foto atau video, tidak ada yang sampai memegangnya. Kondisi tanaman tersebut sudah mulai layu, tetapi warga tidak ingin mencabut atau membuangnya.
"Ini tuh emang udah nggak kecium baunya. Masih tumbuh. Cuma udah layu aja, udah mulai keriput gitu lho kelopaknya. Katanya ini kan emang umbinya masih ada di bawah tuh. Katanya kalau nanti layu akan roboh sendiri. Nanti tuh jarak berapa tahun gitu, akan tetap tumbuh lagi gitu lho kalau umbinya masih ada di dalam," jelas Vika.
Vika mengatakan lingkungan rumahnya memang masih asri dan banyak kebun, meskipun sudah ramai perumahan. Bahkan lokasi ditemukan bunga bangkai itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam cabai dan daun salam.
"Pohon-pohon jati gitu masih ada. Emang masih subur sih kayak masih banyak perkebunan-perkebunan juga kayak ada kebun terong. Dekat rumah aku masih ada yang tanam terong gitu-gitu. Emang masih lumayan asri," ungkapnya.
Namun, munculnya bunga bangkai ini kejadian pertama kalinya. Bahkan menurut pengakuan tetangganya yang jauh lebih lama tinggal di sana, tidak pernah mereka menemukan tanaman ini.
"Aku nanya bude-bude sekitar juga, nggak ada, kan mereka udah berpuluh-puluh tahun gitu dari anak yang masih kecil-kecil sampai sekarang udah pada kerja gitu. Emang nggak ada cerita tentang adanya bunga-bunga ini gitu. Baru ini saja," ujarnya.
Vika dan suaminya mengira sumber bau tersebut awalnya berasal dari sampah atau bangkai hewan mati. Namun, setelah dicek dugaannya salah. Ketika diikuti sumber baunya, mereka menemukan bunga tersebut berada di antara pohon pisang yang tumbuh di rumah yang pembangunannya tidak selesai. Jarak antara rumahnya ke bunga bangkai sekitar 5-10 meter.
Tidak ada yang mencium bau tersebut selain dirinya dan suaminya. Bahkan tetangga yang rumahnya di sebelah lahan tersebut tidak ada yang menyadarinya.
"Beneran bau bangkai, beneran bau bangkai. Kalau pernah nyium bangkai tikus nih ya, kaya gitu," tuturnya.
Vika mencari tahu jenis tanaman tersebut melalui situs pencarian AI dan membaca komentar dari netizen di akun @depok24jam yang sempat mengunggah video miliknya. Nama tanaman ini adalah suweg atau nama ilmiahnya amorphophallus paeoniifolius.
"Aku nanya chatGPT kak, sama baca di kolom komentar akun depok24jam juga katanya itu jenis bunganya suweg masih 1 kerabat sih sama bunga bangkai," terang Vika.
Berdasarkan catatan detikcom, tanaman ini memang sering disebut bunga bangkai karena baunya yang tak sedap. Jenisnya berbeda dengan bunga bangkai yang biasa kita kenal yang termasuk tanaman langka. Namun masih satu famili, yakni talas-talasan (Araceae). Banyak yang meyakini jika muncul tanaman suweg berarti pertanda datangnya musim hujan.
(aqi/abr)











































