Suku bunga acuan (BI Rate) naik 50 basis poin menjadi 5,25 persen mulai minggu ini. Salah satu sektor yang akan terkena dampaknya adalah KPR konvensional yang menerapkan bunga mengambang (floating).
Pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan dampak dari kenaikan ini akan terasa setelah 3 bulan sejak kebijakan berlaku.
"Setiap kenaikan 1 persen suku bunga KPR nantinya akan menurunkan minat KPR masyarakat 4-5 persen," katanya saat dihubungi detikcom pada Minggu (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berpengaruh pada orang yang hendak mengajukan KPR, debitur yang sudah lebih dulu mengambil KPR juga pasti harus bersiap.
Kenaikan cicilan ini berbeda-beda, tergantung pada harga rumah, panjang tenor, dan besar bunga yang diterapkan. Jika bunga floating dari bank cukup besar, kenaikannya juga pasti tinggi per bulannya.
Pengamat properti sekaligus Direktur Global Asset Management Steve Sudijanto memberikan beberapa cara untuk menghindari gagal bayar, berikut di antaranya.
1. Memangkas Anggaran Kredit
Ketika suku bunga sedang tinggi, debitur harus berhati-hati terhadap keuangannya karena tidak ada yang tahu situasi seperti ini sampai kapan. Sebaiknya tanggungan cicilan dikurangi, terutama bagi yang penghasilannya tidak begitu besar. Apabila saat ini memiliki banyak cicilan, lepas salah satu dan pilih yang paling penting.
"Selain rumah, coba lah pengeluaran angsuran itu dikurangi. Jangan nyicil 2 mobil, 1 mobil aja," ujar Steve pada Minggu (24/5/2026).
2. Berhemat
Selain mengurangi tanggungan kredit, ia juga meminta untuk debitur lebih berhemat. Pengeluaran yang tak perlu sebaiknya benar-benar dikurangi.
Sebagai contoh jika pengeluaran terbesar dari kendaraan, coba beralih dengan menggunakan transportasi massal. Jika biasanya bisa menabung untuk liburan ke luar negeri, tahan dulu dan sebagai gantinya liburan di dalam negeri dulu.
3. Berhenti KPR
Skenario terburuk adalah berhenti KPR. Memang ini terdengar ekstrem karena mungkin beberapa debitur sudah membayar selama beberapa tahun dan rumah juga sudah dihuni.
Tenang, scenario ini untuk debitur yang benar-benar merasa kenaikan KPR nantinya terlalu besar dan berat. Steve tidak menyarankan untuk restrukturisasi atau perpanjangan tenor.
Sebab, besar cicilan KPR saat suku bunga naik bisa lebih mahal daripada uang sewa sehingga lebih baik menjual atau alih kredit. Apabila laku, modal membeli rumah bisa balik dan mungkin dengan keuntungannya.
Lalu, pindah ke kontrakan atau rumah sewa, sembari menabung. Uang yang didapatkan tadi bisa ditabung lagi untuk membeli rumah di tempat lain atau membangun sendiri.
Tips yang Mau Ambil KPR di Tengah Suku Bunga Naik
Bagi yang baru mau ambil KPR juga perlu hati-hati dan banyak perhitungan agar tidak menyesal nantinya. Berikut beberapa tips bagi calon debitur yang hendak mengambil KPR di saat seperti ini.
1. Turunkan Modal Pembelian Rumah
Steve menyarankan tidak membeli rumah yang terlalu mahal apabila modalnya pas-pasan. Lebih baik cari rumah yang murah dan banyak mencicil daripada memaksakan khawatir di tengah jalan jadi kredit macet. Lalu, ambil tenor yang agak panjang misalnya 15 tahun.
2. Cari Bank yang Terima Fixed Rate
Beberapa bank memberikan opsi suku bunga tetap (Fixed Rate) pada 2-3 tahun pertama. Opsi ini sangat membantu di situasi seperti sekarang. Sembari membayar dengan cicilan tetap, debitur bisa sembari mengevaluasi keuangan.
3. Uang Muka yang Kecil
Cari juga rumah yang uang muka atau down payment (DP) yang kecil sekitar 15-20 persen.
"Yang ringan. Terus biasanya kuncinya juga di developer. Kalau rumah primary (rumah baru) itu kan biasanya udah ada kerja sama dengan bank. Developer ini juga biasanya memberikan bonus, insentif," ungkapnya.
4. Cari Rumah yang Dekat Transportasi Umum
Seperti yang disebut sebelumnya, debitur harus berhemat dengan cara menekan pengeluaran yang tidak perlu atau beralih ke hal yang murah. Salah satunya adalah dengan beralih menggunakan transportasi umum.
Cari rumah yang dekat dengan transportasi umum atau yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD).
Itulah beberapa cara menghadapi suku bunga acuan yang naik, semoga membantu.











































