×
Ad

Ada yang Aneh di California, Warganya Pada Kabur, tapi Harga Rumah Melejit!

Danang Sugianto - detikProperti
Kamis, 21 Mei 2026 09:47 WIB
Pacific Coast Highway from Malibu, California. Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Logikanya, ketika banyak orang meninggalkan sebuah wilayah, harga rumah seharusnya ikut turun. Namun hal berbeda justru terjadi di California, Amerika Serikat. Di tengah arus warga yang terus hengkang, harga rumah di wilayah tersebut malah mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip New York Post, harga rumah keluarga tunggal di California pada April 2026 mencapai US$ 914.810 atau sekitar Rp 15 miliar (kurs Rp 16.400). Angka itu naik dibanding bulan sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi baru untuk wilayah tersebut.

Yang menarik, lonjakan harga ini terjadi ketika California terus menghadapi arus keluar penduduk akibat biaya hidup yang tinggi. Namun tingginya harga rumah ternyata masih sulit dijinakkan. Pasokan rumah yang terbatas disebut masih menjadi faktor utama yang menjaga harga tetap tinggi.

Presiden California Association of Realtors, Tamara Suminski, juga menilai pasar masih menunjukkan daya tahan meski tantangan keterjangkauan rumah belum hilang.

"Kenaikan penjualan rumah tahunan pada April menjadi sinyal positif bahwa permintaan pembeli masih cukup kuat seiring pasar memasuki musim pembelian rumah pada musim semi," tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski harga rumah terus menanjak dan banyak warga meninggalkan California, minat membeli rumah ternyata belum surut. Permintaan yang masih bertahan inilah yang ikut menjaga harga rumah tetap tinggi.

Artinya, kenaikan penjualan rumah tahunan pada April dinilai menjadi sinyal bahwa minat pembeli masih cukup kuat meski pasar sedang menghadapi tekanan.

Fenomena ini memunculkan ironi di California. Di satu sisi, banyak orang disebut meninggalkan wilayah tersebut demi mencari biaya hidup dan harga rumah yang lebih masuk akal. Namun di sisi lain, rumah yang tersisa justru makin mahal.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa keluarnya penduduk dalam jumlah besar belum otomatis membuat harga rumah jatuh. Ketika pasokan hunian tetap terbatas sementara permintaan masih bertahan, harga rumah dapat terus naik meski banyak warga memilih pergi.




(das/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork