Para pecinta fesyen pasti tidak asing dengan The Met Gala, ajang penggalangan dana bergengsi tahunan. Acara itu selalu digelar di venue mewah nan megah, The Metropolitan Museum of Art alias The Met.
The Metropolitan Museum of Art berada di kawasan Upper East Side Manhattan, tepat di perbatasan Central Park. The Met beralamat di 1000 Fifth Avenue, New York, NY 10028.
Salah satu momen yang dinantikan adalah kedatangan para tamu dari deretan figur publik hingga tokoh berpengaruh lainnya. Mereka memamerkan pakaian bombastis sembari menaiki tangga The Met yang ikonik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah para tamu menaiki tangga, acara utama berlangsung di dalam Aula Besar, pameran Institut Kostum yang baru, dan Kuil Dendur.
Interior The Metropolitan Museum of Arts di New York City Foto: Pexels/Franklin Naula |
Selain fesyen yang menjadi sorotan, venue Met Gala juga memukau. Seperti apa kisah di balik bangunan The Met? Berikut ini ulasannya.
Dilansir dari Architectural Digest, Senin (4/5/2026), ide untuk membangun Metropolitan Museum of Art sudah ada sejak 1866. Kala itu, sekelompok orang Amerika di Paris memutuskan untuk membuat lembaga nasional dan galeri seni. Tempat itu akan menyajikan seni dan edukasi seni kepada warga Amerika.
Seorang pengacara bernama John Jay yang pertama mengusulkan pembuatan museum benar-benar mewujudkan gagasan tersebut. Sepulang ke AS dari Perancis, ia mulai menggarap museum tersebut.
Dia mendapatkan bantuan dari Union League Club di New York untuk menggalang dukungan dari para pemimpin masyarakat, pengusaha, seniman, kolektor seni, dan filantropis. Tiga tahun kemudian, tepatnya 13 April 1870, The Metropolitan Museum of Art didirikan dan dibuka untuk umum.
Bangunan museum itu merupakan perpaduan dari berbagai gedung dan gaya arsitektur. Arsitek Calvert Vaux dan Jacob Wrey Mould membuat rancangan struktur awal bergaya Gotik Ruskinian. Desain itu masih terlihat di Sayap Robert Lehman.
Seiring bertambahnya koleksi seni Met, struktur bangunannya pun ikut berkembang. Salah satu pendiri sekaligus arsitek museum terkenal, Richard Morris Hunt, sosok yang menciptakan fasad bergaya Beaux-Arts di Fifth Avenue dan Aula Besar yang masyarakat kenal saat ini.
Struktur baru ini dibuka untuk umum pada 1902. Menurut Evening Post, bagian bangunan tersebut dianggap sebagai satu-satunya bangunan publik dalam beberapa tahun terakhir yang mendekati kemegahan museum-museum dunia lama.
Selain itu, bangunan seluas 204.386 meter persegi itu merupakan museum nonprofit. Museum ini dikelola secara pribadi oleh sebuah perusahaan yang beranggotakan kurang dari 1.000 donatur.
Museum tersebut menghimpun berabad-abad kreativitas global, mulai dari lukisan hingga patung. Di luar koleksinya, museum ini juga menjadi pilar penting identitas Kota New York.
Di sisi lain, Eleanor Lambert, seorang berprofesi sebagai hubungan masyarakat di bidang mode mendirikan Met Gala pada 1948. Acara ini diadakan untuk mengumpulkan dana bagi Institut Kostum yang masih baru saat itu.
Acara ini semula berupa acara makan tengah malam yang intim untuk kalangan masyarakat kelas atas yang dikenal sebagai Pesta Tahunan. Namun, acara tersebut telah berkembang menjadi tontonan eksklusif seperti saat ini.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)












































