Di China pernah geger penemuan rumah yang berhasil dijual dengan harga fantastis pada 2016. Rumah ini bahkan sampai dinobatkan sebagai rumah termahal yang pernah terjual di China, nilainya tembus lebih dari US$ 150 juta atau Rp 2,5 triliun (kurs Rp 17.312).
Rumah ini bukan penthouse ataupun apartment, ini adalah rumah tapak yang berada di tengah danau indah bernama Danau Dushu, danau terbesar di China yang pada waktu tertentu akan tertutup kabut . Pemandangan ini sangat mahal karena tidak akan pernah terjadi jika kita tinggal di gedung tinggi atau rumah biasa.
Nggak cukup danau, di dalam area rumah juga terdapat kolam renang yang mewah dan taman yang keindahannya hampir menyerupai taman yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO. Lokasi rumah ini berada di Suzhou, China, 2 mil barat laut Shanghai.
Dilansir CNN, ketika nilai jual rumah ini terungkap ke publik, sontak menjadi headline di berbagai pemberitaan sebagai rumah termahal yang pernah terjual di China. Bahkan rumah ini mendapat julukan baru, yakni The "Taohuayuan" atau utopia.
Harganya yang selangit itu sesuai dengan penampakannya. Luas lahan rumah ini mencapai 6.727 meter persegi. Di dalamnya terdapat 32 kamar tidur, 32 kamar mandi, dan gudang anggur.
Arsitekturnya juga tidak seperti rumah mewah pada umumnya. Jika dilihat dari foto-foto yang dibagikan, rumah ini bak rumah yang biasa muncul di lukisan era kerajaan. Arsitekturnya khas rumah tradisional China, dengan atap melengkung, pagar dinding beton yang menutupi area dalam rumah, warna netral, hingga ukiran-ukiran pada sudut rumah. Kabarnya, arsitekturnya memadukan gaya tradisional Asia Timur dan kontemporer. Rumah mahal ini dibangun oleh firma arsitektur terkenal, Xiangshanbang Traditional Architectural and Building Skills.
Tinggi bangunannya tidak ada yang mencapai 3 lantai, selayaknya rumah tradisional yang tidak terlalu tinggi atapnya. Banyak ruang terbuka dan beberapa halaman untuk bersantai.
Meskipun desainnya tradisional untuk rumah ultra mewah, ternyata peminatnya bukan dari China saja, melainkan miliarder luar negeri juga berminat pada 2016 lalu.
"Ada cukup banyak klien dari luar negeri yang menunjukkan minat mereka pada properti unik ini," kata agen penjualan Juan Zhao Feng kepada Mansion Global seperti dikutip detikcom pada Sabtu (2/5/2026).
Manajer umum perusahaan riset properti China Index Academy Sunny Liu mengatakan bahwa bahan-bahan buatan tangan dan dekorasi rumit yang digunakan dalam arsitektur China seringkali bernilai lebih tinggi daripada desain rumah dari negara Barat sehingga kelas menengah dan bawah tidak mampu membelinya.
Di China pada saat itu juga tengah marak pembangunan rumah mewah dengan arsitektur tradisional, bukan model rumah modern yang terinspirasi dari budaya barat.
(aqi/das)