Lahan yang akan dipakai sebagai jalan tol tentu harus bersih dari bangunan apa pun. Jika ternyata proyek melewati rumah, maka warga tersebut akan digusur dan mendapat uang kompensasi.
Proses pembebasan lahan ini tidak selalu berjalan mulus. Mungkin ada saja warga yang menolak kesepakatan dan akhirnya rela rumahnya berada di tengah jalan tol.
Fenomena ini banyak ditemukan di China dan disebut dengan rumah nail house atau rumah paku. Ternyata bukan hanya di China, baru-baru ini viral berita dengan kasus serupa, tetapi kejadiannya di India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir India Today, rumah ini berada di desa Mandola di Ghaziabad, Uttar Pradesh yang kini berdiri di tengah Jalan Tol Delhi-Dehradun sepanjang 213 km. Rumah ini dijuluki dengan Swabhiman yang berarti harga diri karena keputusannya tetap bertahan di jalur jalan tol.
Rumah Swabhiman itu tidak dihancurkan karena kepemilikan lahannya tengah jadi sengketa sejak tahun 1998. Pemilik rumah, almarhum Dr. Veersen Saroha, telah menggugat Dewan Perumahan Uttar Pradesh di Pengadilan Tinggi Allahabad dan masalah ini belum selesai.
Setelah Saroha meninggal dunia, dilansir The Indian Express, lahan tersebut dimiliki oleh cucu almarhumah Saroha, Lakshyaveer Saroha. Cucunya kini tengah menggugat Otoritas Jalan Raya Nasional India (NHAI) karena lahannya juga ingin diambil untuk pembangunan jalan tol.
Dilihat dari foto yang beredar, rumah tersebut berwarna putih dengan atap datar. Tidak ada keterangan berapa lantai rumah tersebut, tetapi lebih dari 1 lantai. Di sisi kanan rumah tersebut tertutup banyak pepohonan rimbun, sementara sisi lainnya adalah tanah kosong yang terlihat habis digali.
Saat India Today mengunjungi rumah tersebut, di sana hanya ada satpam atau penjaga rumah tersebut. Ketika ditanya soal pemiliknya, satpam itu mengatakan pemiliknya tinggal di kota lain, yakni Noida.
Sementra itu, Jalan Tol Delhi-Dehradun ini dibangun karena bisa memangkas waktu tempuh antara kedua kota dari 6 jam menjadi hanya 2-2,5 jam. Estimasi biaya proyek ini sekitar Rp 22-25 triliun. Dibuat dengan enam jalur yang terkontrol aksesnya dan batas kecepatan 100 km/jam. Koridor ini mencakup 14 fasilitas di sepanjang jalan, beberapa jembatan, persimpangan, dan jembatan layang kereta api.
Jalan tol tersebut telah diresmikan sejak Selasa (14/4/2026) oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
