Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (10/4/2026).
"Benar (OTT di Tulungagung)," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dilansir dari detikNews, Sabtu (11/4/2026).
"Ya (Bupati diamankan)," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan penangkapannya belum diungkap, saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Gatut bukan orang baru di pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sebelum memenangkan Pemilu 2024, ia telah menduduki posisi penting di daerah tersebut sebagai mantan Wakil Bupati Tulungagung yang mendampingi Maryoto Birowo pada sisa masa jabatan 2018-2023.
Selain berkiprah di pemerintahan daerah, ia juga dikenal sebagai salah satu pengusaha di Tulungagung.
Sebagai pejabat pemerintahan, ia pasti melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang baru disampaikan pada 3 Maret 2026, total harta yang dimilikinya sebanyak 20.335.211.000 atau Rp 20 miliar.
Aset yang dimilikinya terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan, kas dan setara kas, serta harta bergerak lainnya. Nilai aset tertinggi berasal dari propertinya, yakni Rp 14.532.711.000 atau Rp 14 miliar, berikut rinciannya.
1. Tanah dan bangunan seluas 346 m2/150 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 205.950.000
2. Tanah dan bangunan seluas 180 m2/150 m2 di Kab/Kota Surabaya, hasil sendiri Rp 1.800.000.000
3. Tanah dan bangunan seluas 144 m2/120 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 333.330.000
4. Tanah seluas 3.045 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.812.500.000
5. Tanah seluas 2.494 m2 di Kab/Kota Tanah Laut, hasil sendiri Rp 1.187.619.000
6. Tanah seluas 787 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 633.000.000
7. Tanah dan bangunan seluas 860 m2/56 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 716.600.000
8. Tanah dan bangunan seluas 312 m2/200 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.166.000
9. Tanah seluas 1.280 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 422.330.000
10. Tanah seluas 2.199 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.285.000
11. Tanah seluas 560 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 200.000.000
12. Tanah dan bangunan seluas 426 m2/316 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.571.428.000
13. Tanah seluas 280 m2 di Kab/Kota Trenggalek, hasil sendiri Rp 98.214.000
14. Tanah seluas 848 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 504.761.000
15. Tanah dan bangunan seluas 2.786 m2/929 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.648.800.000
16. Tanah seluas 1.048 m2 di Kab/Kota Trenggalek, hasil sendiri Rp 249.500.000
17. Tanah dan bangunan seluas 795 m2/200 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 770.800.000
18. Tanah dan bangunan seluas 1.940 m2/425 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.359.000.000
19. Tanah seluas 425 m2 di Kab/Kota Trenggalek, hasil sendiri Rp 110.428.000
20. Tanah seluas 1.948 m2 di Kab/Kota Tulungagung, hasil sendiri Rp 300.000.000
Selain properti, aset kendaraan juga tidak kalah banyak. Ia melaporkan memiliki 18 kendaraan senilai Rp 3.470.500.000 atau Rp 3,4 miliar yang terdiri dari mobil dan motor. Berikut rinciannya.
1. MOBIL, TOYOTA ALPHARD Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000
2. MOBIL, TOYOTA INNOVA ZENIX Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 600.000.000
3. MOBIL, TOYOTA INNOVA Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000
4. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2009, HASIL SENDIRI Rp. 37.500.000
5. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2001, HASIL SENDIRI Rp. 37.500.000
6. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
7. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
8. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
9. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2004, HASIL SENDIRI Rp 40.000.000
10. MOBIL, MITSUBISHI TRUCK Tahun 2003, HASIL SENDIRI Rp. 27.500.000
11. MOBIL, MITSUBISHI L 300 Tahun 2002, HASIL SENDIRI Rp. 17.500.000
12. MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp. 3.250.000
13. MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000
14. MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000
15. MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000
16. MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000
17. MOTOR, YAMAHA SPM SOLO Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp. 2.250.000
18. MOBIL, TOYOTA LAND CRUISHER Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 1.300.000.000
Lalu asetnya yang berupa kas dan setara kas senilai Rp 592 juta dan aset harta bergerak lainnya Rp 1,74 miliar.
Sebelumnya diberitakan, selain Gatut Sunu Wibowo, ada 15 orang lainnya yang ditangkap pada OTT KPK kali ini.
"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Di mana tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung," kata Budi Prasetyo kepada wartawan.
(aqi/das)










































