Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (13/3/2026). Selain Syamsul, KPK juga mengamankan 26 orang lainnya, terdiri dari pihak swasta dan penyelenggara negara.
Jubir KPK Budi Prasetyo mengungkapkan penangkapan ini terkait dugaan suap proyek di Cilacap.
"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," kata Budi seperti yang dikutip dari detikNews, pada Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa kepemimpinan Syamsul Auliya Rachman di Cilacap sebagai Bupati baru menginjak 1 tahun. Namun, kariernya terbilang cemerlang karena dari tahun ke tahun posisi yang diembannya semakin tinggi. Sebelum ikut pemilu 2024, Syamsul sempat menjadi Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022.
Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) di Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.
Sebagai pejabat, Syamsul pasti melaporkan kekayaannya kepada KPK. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 19 Januari 2026, lulusan Universitas Jenderal Soedirman ini memiliki harta senilai Rp 12.039.790.782 (Rp 12 miliar).
Harga kekayaannya terdiri dari bangunan dan tanah, kendaraan, kas dan setara kas, harta lainnya, dan harta bergerak lainnya. Lebih jelasnya, berikut rinciannya.
1. Tanah dan bangunan seluas 3.234 m2/1.000 m2 di Kab/Kota Cilacap, Rp 8.000.000.000
2. Tanah seluas 140 m2 di Kab/Kota Cilacap, Rp 150.000.000
Lalu, kendaraan yang dimilikinya terdiri dari mobil Toyota Mini Bus tahun 2021 dari hasil hibah tanpa akta Rp 900 juta dan mobil Toyota SUV tahun 2024 dari hasil sendiri Rp 500 juta.
Ada pula, harta bergerak lainnya senilai 360 juta, kas dan setara kas Rp 1.295.400.782 (Rp 1,2 miliar), serta harta lainnya sebesar Rp 1.050.000.000. Selain harta kekayaan pria berusia 40 tahun ini juga melaporkan jumlah utangnya sebanyak Rp 215.610.000.
(aqi/das)










































