Belakangan ini, sering terdengar istilah co-living ketika mencari tempat tinggal sementara. Sekilas, konsep co-living sebenarnya mirip dengan ngekos tapi ada sedikit perbedaan.
Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengungkapkan co-living atau community living sebenarnya sebuah istilah untuk orang-orang yang tinggal di satu lokasi, satu properti, bersama dengan orang lain. Di negara lain, ini merupakan hal yang sudah cukup lumrah, sebut saja di Australia, Korea Selatan, dan Jepang.
"Jadi di setiap negara itu sudah ada konsep co-living, di mana di satu lokasi ada beberapa orang yang tinggal di lokasi tersebut, sharing communal area seperti kitchen, living room, dining room, in some other cases mungkin kayak ada rooftop, ada fasilitas lain seperti rooftop, gym dan lain-lain," katanya dalam acara Iftar Dialogue: 2026 co-living outlook, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan Co-Living dan Ngekos
Ada beberapa perbedaan antara co-living space dengan kost. Berikut ini perbedaannya.
Furniture
Biasanya di tempat co-living, furniturenya sudah lengkap seperti kasur, nakas, lemari, tempat kerja, kamar mandi dalam, dan lainnya. Di beberapa properti milik Cove juga sudah disediakan kulkas di dalam kamar. Sementara itu, kalau kost biasanya hanya ada kasur dan lemari atau bahkan kosong.
"Terus di gedungnya sendiri ada komunal area, ada kitchen, ada dapur bersama. Jadi dari segi fasilitas kita coba seragamkan, dari segi service juga kita seragamkan," tuturnya.
Sistem Pembayaran
Di tempat co-living, biasanya waktu pembayaran setiap penghuninya di seragamkan agar lebih mudah. Sementara, biasanya waktu pembayaran kost tergantung dari tanggal penghuni masuk.
Layanan yang Diberikan
Ada beberapa layanan yang diberikan di tempat co-living, misalnya seperti layanan bersih-bersih kamar, service AC, dan lainnya.
Itulah beberapa perbedaan co-living dan ngekos.
(abr/das)










































