Fenomena generasi muda sulit membeli rumah, tidak hanya dihadapi oleh masyarakat Indonesia, di Amerika Serikat (AS) juga banyak yang mengalami hal serupa. Alasannya pun mirip, yakni terkendala pada biayanya yang mahal.
Jika di Indonesia banyak yang akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua atau mengontrak dahulu, anak muda di AS menyiasati keterbatasan tersebut dengan hidup nomaden. Mereka berpindah tempat dengan membawa rumah mereka.
Konsep ini mirip dengan hidup di campervan, tetapi kini bentuk mobil tersebut berbeda dan lebih kreatif. Banyak warga Amerika yang mengubah area belakang mobil bak terbuka dengan membangun struktur rumah sungguhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir New York Post, salah satu yang melakukan hal tersebut adalah Seth (22), seorang warga Tennessee yang memutuskan menjelajahi Amerika bersama rumah mungil yang dibangun dengan modal US$ 3.000 atau setara dengan Rp 50,6 juta (kurs Rp 16.895) yang dipasang di bagian belakang truk pick-up antiknya.
Alasannya membangun rumah berjalan sederhana ini adalah agar tidak terbebani dengan biaya sewa tempat tinggal dan bisa berkeliling negara.
"Saya sedang membangun rumah mungil di bagian belakang truk saya agar bisa tinggal tanpa membayar sewa dan berkeliling negara," jelas Seth kepada lebih dari 450.000 pengikutnya di media sosial yang saat ini videonya sudah viral.
Lebar bak terbuka hanya sekitar 1,2 meter dan lebar rumah nomaden miliknya tidak jauh berbeda dari itu. Rumah tersebut dibuat sendiri dari material kayu dan dipastikan telah dilengkapi dengan insulinasi sehingga panas, dingin, hingga hantaran listrik tidak membahayakan siapa pun yang ada di dalam rumah.
Lebar kayu yang digunakan sebagai struktur rumah ini sebesar telapak tangan orang dewasa. Fasadnya berwarna abu-abu tua. Terdapat pintu sederhana di belakang yang lebih pendek dari tinggi Seth sehingga untuk keluar dan masuk harus menunduk. Rumah itu hanya ditempati olehnya dan anjing peliharaannya, Stella.
Penampakan rumah mungil Seth di belakang mobil bak terbuka. Foto: Jam Press/@saucyseth |
Dengan ini, Seth bergabung dengan 486.000 warga AS yang secara permanen menyatakan beralih ke kendaraan rekreasi dan tidak tinggal di rumah konvensional, berdasarkan pada survei terbaru dari Asosiasi Industri RV tahun 2025.
Tren hidup secara nomaden dengan membawa rumah ke mana-mana ini sempat menjadi tren yang cukup ramai di Amerika pada tahun 2021 dan peminatnya sepertinya tidak menurun signifikan dari tahun ke tahun.
Statistik terbaru dari Consumer Affairs pada 2026 mengungkapkan bahwa Generasi Z dan milenial berusia antara 18-34 tahun merupakan 22 persen pemilik RV dari total kepemilikan di Amerika.
(aqi/aqi)












































