Tamu yang menginap di hotel umumnya memiliki batas waktu, seperti hanya semalam hingga beberapa minggu. Terlalu mahal biayanya jika menginap lama di hotel.
Hal itu juga yang awalnya dipikirkan Jean Le Bon, seorang sales keliling ketika pertama kali menginap di Grand Hotel atau sekarang dikenal sebagai InterContinental Paris Le Grand. Pada saat itu tepatnya pada 1957, ia tengah melakukan bisnis di Paris, Prancis.
Namun, setelah berhari-hari tinggal di sana, ia merasa nyaman. Dilansir Greek City Times, diceritakan, lama-lama ia terbiasa mendengar suara getaran nampan layanan yang melintas di kamarnya setiap pagi. Lalu, pada waktu-waktu tertentu ia mendengar suara dari kamar hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehidupannya di InterContinental Paris Le Grand yang seharusnya sementara, justru berkelanjutan hingga bertahun-tahun. Ternyata Jean Le Bon menjadikan kamar hotelnya sebagai rumah tetap. Ia melakukan segala kegiatan di kamar tersebut terlepas dari bisnisnya yang sudah selesai. Ia memang tidak memiliki rumah dan tidak ada utang, tetapi alasan utamanya memilih menetap di hotel masih menjadi misteri.
Selayaknya tinggal di rumah, ia menghabiskan sisa hidupnya di kamar tersebut. Ia tutup usia pada 2024 dan sejak itu dinyatakan telah selesai menginap setelah 67 tahun lamanya. Ia disebut sebagai tamu terlama yang pernah menginap di hotel tersebut.
Dari jendela kamar hotel mewah tersebut, Jean Le Bon menyaksikan banyak peristiwa penting yang pernah terjadi di Prancis. Mulai dari pemberontakan mahasiswa Mei 1968, runtuhnya Tembok Berlin, pergantian milenium, munculnya era internet, hingga pandemi Covid-19 global yang membuat banyak tempat umum sepi.
Diperkirakan total tagihannya lebih dari US$ 2,5 juta atau saat ini setara dengan Rp 42 miliar (kurs Rp 16.897) dan sudah termasuk biaya akomodasi dan layanan tinggal di salah satu alamat paling bergengsi di Paris selama beberapa dekade.
InterContinental Paris Le Grand
Hotel yang ditempati oleh Jean Le Bon merupakan salah satu hotel mewah bersejarah di Paris, Prancis. Hotel ini telah dibuka dan diresmikan sejak 5 Mei 1862. Peresmiannya pun dihadiri oleh Permaisuri EugΓ©nie, istri Napoleon III.
Dibangun oleh saudara kaya Isaac dan Γmile Pereire. Sementara, arsiteknya adalah Alfred Armand.
Selama Perang Dunia I, sebagian bangunan Le Grand HΓ΄tel pernah berfungsi sebagai rumah sakit militer. Lalu, selama perang dunia, hotel ini pernah menerima tamu seperti JosΓ©phine Baker, NoΓ«l Coward, Victor Hugo, Γmile Zola, dan Marlene Dietrich.
(aqi/aqi)











































