Menilik Prospek Industri Perhotelan 2026, Aman atau Anjlok?

Menilik Prospek Industri Perhotelan 2026, Aman atau Anjlok?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 13 Feb 2026 12:31 WIB
Menilik Prospek Industri Perhotelan 2026, Aman atau Anjlok?
Ilustrasi kamar hotel. Foto: Getty Images/iStockphoto/Boyloso
Jakarta -

Tahun 2025 merupakan tahun yang berat untuk sektor perhotelan. Buntut adanya kebijakan pengalihan anggaran pemerintah atau efisiensi membuat okupansi anjlok.

Berdasarkan data Jakarta Property Market Overview 4Q 2024, tingkat hunian hotel di Jakarta menurun karena ketidakstabilan politik. Namun, jika dilihat dari pendapatan per kamar atau Revenue per Available Room (RevPAR) Jakarta terus tumbuh dari tahun ke tahun pada tahun 2025.

Vice President, Investment Sales Hotel & Hospitality Group JLL Asia Pasific, Irina Chadsey, optimis sektor perhotelan dapat berangsur bangkit jika mengandalkan permintaan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dan korporat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, nasib perhotelan di Bali tidak begitu berdampak pada kebijakan efisiensi pemerintah. Tingkat okupansi memang menurun, tetapi tidak separah kota lain. Sektor wisata tetap memasok banyak keuntungan pada sektor ini. Bali mencatat lebih dari 6,3 juta wisatawan internasional antara Januari hingga November 2025, meningkat 10,3 persen dari periode yang sama tahun 2024. Pengunjung terbesar berasal dari Korea Selatan dan China.

"Hotel-hotel di Bali melaporkan peningkatan berkelanjutan dalam RevPAR pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena ADR yang tinggi secara berkelanjutan telah mengimbangi penurunan okupansi secara umum," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Pulau Dewata diperkirakan akan dikunjungi sekitar 7 juta wisatawan asing pada 2026. Selain itu, kabar akan dibangunnya Bali Light Rail Transit (LRT) dan Bandara Internasional Bali Utara meningkatkan daya tarik destinasi ini dalam jangka panjang.

Lantas, bagaimana prospek perhotelan di 2026?

Menurutnya, selama politik dan seputar makroekonomi di Indonesia stabil, sektor akomodasi Jakarta diperkirakan bisa lebih baik di tahun ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Senior Director of Capital Markets JLL Indonesia, Herully Suherman, pemerintah perlu memberi stimulus-stimulus agar sektor perhotelan dapat terdongkrak, meskipun efisiensi berlanjut di tahun ini.

Sebab, selama masih ada efisiensi kemungkinan perhotelan di perkotaan nasibnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

"Saya rasa setiap kebijakan pemerintah ada plus minusnya. Tapi kalau saya lihat mungkin hotel-hotel bisnis ya, (walaupun) nggak semua. Kalau city hotel mungkin ada dampak," ujarnya.

Untuk perhotelan yang memang berada di kawasan rekreasi dan lebih mengandalkan sektor MICE, seperti di Bali, tentu ini tidak akan begitu berdampak.




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads