Tanah di Jabodetabek Makin Mahal, Rata-rata Tembus Rp 12 Juta/Meter

Tanah di Jabodetabek Makin Mahal, Rata-rata Tembus Rp 12 Juta/Meter

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Senin, 09 Feb 2026 08:45 WIB
Tanah di Jabodetabek Makin Mahal, Rata-rata Tembus Rp 12 Juta/Meter
Gedung di Jakarta Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga tanah di wilayah Jabodetabek semakin mahal. Secara keseluruhan harga rata-rata lahan mencapai sekitar Rp 12 juta per meter persegi.

Berdasarkan laporan dari Cushman & Wakefield yang berjudul Marketbeat Greater Jakarta Landed Residential H2 2025, tanah Jabodetabek mengalami kenaikan 1,58 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Harga rata-rata tanah tersebut Rp 12.652.597 per meter persegi pada semester II 2024. Kemudian, semester II 2025 harga tanah Jabodetabek di angka Rp 12.746.152 per meter persegi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga tanah ini mengindikasi pasar residensial yang sehat. Lalu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas umum yang terus dilakukan juga mendorong harga tanah untuk naik.

ADVERTISEMENT

Harga Tanah di Jakarta Makin Mahal

Jakarta sang kota metropolitan, tetapi harga rata-rata lahan di Tangerang sedang menyusul. Harga rata-rata tanah di Jakarta sebesar Rp 16.224.082 per meter persegi, paling mahal se-Jabodetabek.

Berikut ini rincian rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2025.

Jakarta: Rp 16.224.082 per meter persegi
Tangerang: Rp 14.824.953 per meter persegi
Bogor-Depok: Rp 8.950.369 per meter persegi
Bekasi: Rp 10.985.202 per meter persegi

Sementara itu, berikut ini rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2024.

Jakarta: Rp 15.968.989 per meter persegi
Tangerang: Rp 14.967.943 per meter persegi
Bogor-Depok: Rp 8.798.005 per meter persegi
Bekasi: Rp 10.875.451 per meter persegi

Tingkat Hunian Hotel Jakarta Anjlok Selama 2025

Sementara itu, sektor perhotelan di Jakarta lesu pada akhir 2025. Tingkat hunian hotel di Jakarta lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield terkait hotel Jakarta pada semester kedua 2025, okupansi hotel di Jakarta mencapai 63,5 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,7 persen dibandingkan 2024.

Hal ini dipengaruhi oleh efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Dampak efisiensi itu dirasakan khususnya di pasar yang sangat bergantung pada aktivitas pemerintah, seperti Jakarta.

Efisiensi tersebut membatasi perjalanan dinas dan acara perusahaan. Penurunan paling besar terjadi pada hotel bintang 4 yang biasa digunakan buat aktivitas pemerintahan.

Okupansi Mal Jakarta Makin Ramai

Di sisi lain, bangunan retail atau mal di kawasan Jakarta semakin ramai penyewa. Permintaan retail tetap tangguh pada semester kedua 2025.

Menurut laporan dari Cushman & Wakefield yang berjudul Marketbeat Jakarta Retail Q4 2025, tingkat okupansi retail pada periode itu mencapai 78,4 persen. Keterisian mal meningkat 0,9 persen dibandingkan tahun lalu dan 1,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Mal semakin terisi berkat ekspansi penyewa dan masuknya brand baru. Bahkan, beberapa penyewa asing membuka toko pertama di Indonesia sehingga memperkuat pasar retail.

Selain itu, sektor kuliner atau F&B juga turut meramaikan mal. Bukan berbentuk restoran, konsep toko teh kecil misalnya menjual teh susu semakin populer.

Okupansi Ruang Kantor Jakarta Diramal Naik Tahun Ini

Di samping itu, ruang perkantoran di kawasan bisnis pusat (CBD) Jakarta semakin ramai penyewa pada akhir 2025. Bahkan, okupansi kantor diprediksi bakal terus bertambah tahun ini alias tak lagi diisi 'hantu'.

Menurut laporan dari Cushman & Wakefield yang berjudul Marketbeat Jakarta CBD Office Q4 2025, tingkat hunian kantor CBD meningkat 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini sejalan dengan penyerapan ruang yang meningkat serta tidak ada tambahan kantor baru pada 2025.

Lebih dari itu, tingkat hunian diproyeksikan akan terus meningkat karena tak ada pasokan kantor baru sepanjang 2026. Permintaan akan ruang perkantoran diprediksi tetap positif tahun ini.

Penyerapan juga lebih bakal tinggi daripada 2025. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kuat di 2026 antara 5,1 persen hingga 5,4 persen.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads