Sinyal Hijau Properti 2026: Kantor, Mal, hingga Gudang Makin Penuh

Sinyal Hijau Properti 2026: Kantor, Mal, hingga Gudang Makin Penuh

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 11 Feb 2026 18:31 WIB
CBRE Indonesia media briefing soal pasar properti 2025
CBRE Indonesia media briefing soal pasar properti QIV 2025 Foto: Danica Adhitiawarman
Jakarta -

Pasar properti Jakarta tahun ini diprediksi akan terus bertumbuh. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh aktivitas korporasi yang terus berkembang.

Managing Director CBRE Advisory Indonesia Angela Wibawa mengatakan beberapa sektor properti menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal terakhir 2025. Ke depannya, pasar properti diharapkan terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, permintaan di bidang properti biasanya bertumbuh positif ketika produk domestik bruto (PDB) mencapai 5 persen. Sementara saat ini GDP berada di angka 5,11 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Most of the sectors dari office, industrial, retail, basically rental growth itu sudah kita bisa lihat dan kita juga melihat positive demand growth," ujar Angela dalam media briefing CBRE Indonesia soal pasar properti Q4 2025 di Jakarta Mori Tower, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Dari sektor industri dan logistik, semakin banyak investasi asing masuk ke Indonesia. Menurutnya, sektor ini bisa menjadi pendorong industri properti.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan juga tampak pada sektor retail. Terdapat pemain-pemain baru yang berekspansi dengan masuk ke Indonesia, seperti brand dari China dan Korea Selatan.

Kemudian, permintaan akan ruang perkantoran semakin bertambah saat ini. Apalagi, pertumbuhan suplai masih terbatas.

Dengan prospek ekonomi yang kuat, sentimen positif, serta populasi Indonesia yang terus bertumbuh, pihaknya memperkirakan ada dampak jauh lebih besar pada sektor properti.

Sementara itu, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus juga menyebut pasar properti terus mengalami pertumbuhan. Hal ini seiring dengan perekonomian dan program yang dijalankan pemerintah dan swasta.

Ia mengungkap okupansi gedung kantor kawasan pusat bisnis (CBD) di Jakarta meningkat 17 persen pada akhir 2025 dibandingkan tahun lalu. Tingkat okupansi perkantoran tersebut ada di angka 75,8 persen.

Kondisi ini didorong oleh keterbatasan suplai lantaran tidak ada proyek kantor baru. Lalu, perusahaan di CBD juga mendorong penerapan work from office (WFH).

"Perkantoran di CBD ini sudah mulai menunjukkan perbaikan. Apalagi sekarang juga perusahaan-perusahaan, tenant-tenant itu mulai kembali men-encourage untuk bekerja kembali di kantor," kata Anton.

Di sisi lain, sektor retail atau mal di Jakarta pada kuartal IV 2025 cukup stabil. Tingkat hunian pusat perbelanjaan berada di level 86 persen.

Meski tak banyak proyek baru, sektor retail selalu berkembang. Banyak brand melakukan inovasi, konsep baru, hingga masuk segmen baru untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

Berbagai brand baru juga masuk ke Indonesia, terutama dari China dan negara Asia lain. Produk yang ditawarkan antara lain teh, kopi, dan makanan.

"Mereka melihat bahwa Indonesia itu is a big consumer market. Jadi itulah yang membuat sektor retail ini masih berkembang seperti sekarang ini di Jakarta," tuturnya.

Di samping itu, tingkat okupansi kawasan industri di sekitar Jabodetabek terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebab, pertumbuhan investasi di bidang industri manufaktur dinilai akan selalu naik.

Pertumbuhan penyerapan lahan industri oleh perusahaan-perusahaan manufaktur, logistik, FMCG, elektronik, dan sebagainya masih terus berlanjut. Dengan begitu, penyerapan bersih lahan industri cukup signifikan di sekitar Jabodetabek.

"Saat ini (tingkat okupansi lahan industri) sudah berada di kisaran sekitar 92 persen. Jadi ini suatu tren yang positif yang merupakan lanjutan dari tahun-tahun belakangan ini dan masih terus berlanjut dan ke depannya pun kita diperkirakan akan sama," tuturnya.

Kemudian, harga rata-rata lahan industri juga terus meningkat mencapai angka Rp 2,5 juta per meter persegi per bulan pada akhir 2025. Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Cikarang karena kawasan ini semakin padat dan bersaing dengan proyek komersial.

Selain itu, ruang untuk gudang khususnya logistik modern memiliki tingkat hunian yang sangat tinggi di angka 95 persen pada akhir 2025. Gudang modern ini banyak dimanfaatkan oleh perusahaan 3PL, elektronik, dan FMCG.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads