Cuma 'Sultan' yang Sanggup, Harga Tanah di Daerah Elite DKI Bikin Dompet Jerit

Cuma 'Sultan' yang Sanggup, Harga Tanah di Daerah Elite DKI Bikin Dompet Jerit

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 11 Feb 2026 07:32 WIB
Cuma Sultan yang Sanggup, Harga Tanah di Daerah Elite DKI Bikin Dompet Jerit
Kota Jakarta Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta -

Kota metropolitan seperti Jakarta terkenal serba mahal mulai dari biaya hidup hingga harga tanah. Apalagi tanah di kawasan elite, harganya sudah 'selangit'.

Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea menyebut harga tanah di Jakarta memang sudah terlalu mahal bagi sebagian orang untuk mempunyai rumah. Ia menyebutkan kawasan dengan harga paling ekstrem adalah Menteng, Darmawangsa, dan Pondok Indah.

"Tanah hunian mahal ekstrim itu Menteng, terus kemudian Darmawangsa, kemudian Pondok Indah itu mahal," kata Martin saat dihubungi detikProperti, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisaran harga tanah di Pondok indah bisa Rp 40-45 juta per meter persegi. Kemudian, tanah di Darmawangsa bisa sekitar Rp 60-80 juta per meter persegi.

Lalu, daerah Senopati harga tanah mencapai Rp 80-100 jutaan. Harga tanah residensial paling mahal ada di Menteng bisa Rp 90-120 juta per meter persegi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, tanah di lokasi elite tersebut bisa mahal lantaran sejak awal pengembangannya ditargetkan untuk komunitas masyarakat menengah atas. Karakteristik kawasan tersebut sudah terbentuk buat orang kaya.

"Komunitasnya betul-betul kalangan atas sehingga penetapan nilai dari properti tersebut harus mahal. Definisi mahal harus di atas rata-rata (kawasan) yang lain-lain," jelasnya.

Misalnya harga tanah kawasan lain Rp 20-50 juta per meter persegi, maka kawasan elite ini harus lebih mahal. Harga tanah di kawasan premium tersebut bisa Rp 70 juta per meter persegi.

Di sisi lain, ketersediaan lahan kosong di sana sedikit. Menurut Martin tidak banyak yang membeli tanah untuk membangun rumah di lokasi tersebut. Sebab, kawasannya sudah terbangun sejak tiga dekade lalu.

"Yang renov, hancurin, bangun lagi itu ada. Kalau saya lihat istilahnya dia kan sudah punya tanah, kita bicara existing owner, ketimbang dia beli lagi," katanya.

Beberapa sisa plot tanah yang dijual, seperti di daerah Pondok Indah, tak kunjung dibeli. Kemungkinan karena harga tanah sudah dianggap terlalu mahal, sehingga masyarakat mencari tanah di tempat lain.

"Saya yakin orang yang punya kemampuan untuk membeli tanah di Darmawangsa, di Menteng itu ada. Tetapi kan kalau kita bilang masyarakat Jakarta, masyarakat Indonesia yang mau beli tanah di Jakarta kan kita nggak bisa bilang segmennya semuanya mampu beli," tuturnya.

Sementara itu, beberapa lokasi dengan harga tanah lebih terjangkau berada di kawasan Cilandak, Cipete, dan Jagakarsa. Masih ada tanah-tanah kosong yang harganya berkisar Rp 25-30 juta per meter persegi dan masih bisa dinegosiasikan.

"Daerah Jagakarsa, ke daerah Cilandak, atau daerah Cipete yang masih ada lahan kosong yang mungkin walaupun cuma 100-150 meter persegi, tapi bisa dinego di harga-harga seperti harga-harga daerah Tangerang, harga Rp 15 juta per meter persegi," ucapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads