Presiden Prabowo Subianto ingin mengganti penggunaan atap seng dengan genteng tanah liat melalui gerakan 'Gentengisasi'. Untuk mewujudkan hal itu, Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan pabrik genteng.
Namun, apakah Koperasi Merah Putih sanggup mendukung realisasi program gentengisasi?
Menurut seorang produsen genteng, Fajrian, pabrik genteng melalui Koperasi Merah Putih kemungkinan akan menggunakan metode konvensional atau proses produksi manual. Berbeda halnya dengan pabrik besar yang menggunakan metode otomatis dengan beragam alat canggih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembuatan genteng tanah liat secara manual tidak mudah. Proses pembakaran harus dilakukan dengan suhu yang tepat selama sekitar 48 jam. Belum lagi, proses pengeringan genteng bisa sampai 3 minggu.
"Orang yang melaksanakan pembakaran tersebut posisinya dia 2 hari 2 malam berarti nggak tidur," kata Fajrian kepada detikProperti, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, produksi skala koperasi seperti ini diperkirakan menggunakan bahan bakar kayu untuk proses pembakaran. Proses itu berlangsung hampir 48 jam dengan suhu yang tepat kalau mau kualitas genteng yang sesuai.
Dengan begitu, semakin banyak pohon yang perlu ditebang. Hal ini tentu berdampak buruk terhadap lingkungan mulai dari deforestasi hingga polusi.
"Kalau dengan manual, nggak mungkin dengan gas mereka pembakarannya, pasti dengan kayu bakar. Berarti merusak lingkungan lagi," jelasnya.
Sementara itu, pabrik besar dengan sistem otomatis menggunakan gas alam sebagai bahan bakar. Dari segi investasi, pipa gas untuk membakar genteng cukup berat, terutama bagi koperasi.
Ia menyebut gentengisasi lebih mungkin direalisasikan kalau pabrik genteng dibuat dengan sistem otomatis. Pabrik besar itu mampu menghasilkan lebih banyak produk dengan efisien.
Di sisi lain, ia menyarankan untuk mempertimbangkan material alternatif. Salah satunya, genteng beton karena proses pembuatan lebih sederhana. Tidak ada proses pembakaran sehingga tak perlu kayu maupun gas.
"Itu lebih simpel karena tidak dibakar tapi direndam air karena (genteng) beton," ucapnya.
Dampak Lingkungan
Fajrian juga menyebut produksi genteng tanah liat secara masif berpotensi menebang banyak pohon buat bahan bakar, kalau pabrik menggunakan cara konvensional. Belum lagi proses pembakaran berlangsung lama sehingga menghasilkan banyak polusi.
Selain itu, produksi genteng tanah liat secara masif juga mempengaruhi persawahan. Genteng tanah liat berasal dari sawah.
Jika ingin kualitas genteng yang bagus, bahan harus diseleksi dengan baik. Namun, lapisan tanah sawah yang terus digali dapat mengurangi kualitas genteng yang dihasilkan.
Kemudian, kebutuhan tanah sawah yang masif untuk produksi genteng juga kontradiktif dengan keinginan Prabowo agar Indonesia dapat swasembada pangan. Tanah sawah yang terus digali dikhawatirkan menurunkan kualitas padi.
Sebelumnya diberitakan, Prabowo memunculkan gagasan soal gentengisasi. Hal ini merujuk pada usaha mengembalikan atap rumah masyarakat ke genteng tanah liat. Usaha ini menjadi salah satu langkah dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," kata Prabowo.
Ide ini diutarakan dalam taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul pada Senin (2/2). Prabowo menilai sebaiknya tidak lagi menggunakan atap seng karena panas sehingga tidak nyaman bagi penghuni. Ia juga menilai jika atap seng tidak mencerminkan wajah Indonesia.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































