Membeli rumah harus teliti dan hati-hati. Selain memperhitungkan soal harga, material bangunan yang digunakan, hingga desain rumahnya, ada hal lain yang juga tidak kalah penting untuk dicek, yakni bebas dari banjir.
Terkadang, ada rumah yang dijual dengan harga murah sehingga menarik banyak orang. Namun, siapa sangka di balik harga yang murah ternyata malah zonk karena sering banjir.
Membeli rumah yang terletak di daerah banjir ternyata menyimpan banyak risiko. Selain barang elektronik dan perabotan cepat rusak gara-gara kebanjiran, ada sejumlah risiko lainnya yang terkadang tidak disadari oleh calon pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat Properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto mengatakan risiko paling besar ketika membeli rumah di daerah banjir adalah hunian cepat rusak. Sebab, air bisa meretakkan dinding, merusak lantai, mengikis tanah, hingga menghancurkan struktur fondasi rumah. Dampaknya memang tidak instan, tapi akan terasa dalam beberapa tahun mendatang.
"Rumah bisa timbul kerusakan akibat banjir sehingga perlu biaya perbaikan, hal ini juga yang bisa mengganggu keuangan penghuni rumah," kata Steve saat dihubungi detikcom, Senin (26/1/2026).
Banjir yang merendam rumah juga bisa membahayakan kesehatan para penghuninya. Air yang kotor dan mengandung bakteri bisa menimbulkan penyakit seperti diare, penyakit kulit, gatal-gatal, hingga demam berdarah dengue (DBD).
Selain itu, dinding rumah yang basah akibat banjir lebih mudah mengalami lembap. Jika dibiarkan, jamur hitam atau black mold dapat tumbuh di dalam rumah dan berisiko menyebabkan penyakit alergi, gangguan pernapasan, dan iritasi kulit.
Jika rumah tersebut akan dijual kembali, Steve menyebut harganya juga akan turun drastis. Sebab, lingkungan di perumahan tersebut sudah terkenal sering banjir, sehingga calon pembeli akan berpikir dua kali untuk membelinya meski ditawari harga murah.
"Harga properti juga akan turus alias susah dijual di secondary market karena sudah terkenal sebagai daerah sering terendam banjir," paparnya.
Steve menyarankan agar tidak terburu-buru saat membeli rumah, terutama jika berada di kawasan banjir. Sebaiknya lakukan survei terlebih dahulu dengan langsung mengecek kondisi rumah dan lingkungan di sekitarnya.
Lalu, cari tahu juga di internet tentang daerah tersebut apakah sering kebanjiran atau tidak. Biasanya, banjir yang menggenangi suatu daerah akan dimuat di media online atau disebar di media sosial.
"Disarankan untuk melakukan evaluasi dan survei terhadap rumah yang ingin dibeli sebelum melakukan tanda tangan PPJB dan AJB, sebab salah pilih rumah bisa menyesal bertahun-tahun," imbuh Steve.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)










































