Semenanjung Kamchatka, Rusia mengalami hal tidak biasa selama musim dingin ini. Salju yang turun pada dua hari terakhir ini begitu tebal hingga setinggi bangunan beberapa lantai.
Dilansir The Guardian, ekstremnya tumpukan salju di sana sampai mengepung bangunan dan warga tidak bisa keluar masuk gedung karena pemandangan di luar pintu adalah tumpukan salju.
Diperkirakan tinggi salju tersebut lebih dari 2 meter, menurut stasiun pemantau cuaca setempat. Sebelumnya tumpukan salju pernah mencapai 3,7 meter pada Desember 2025. Menurut laporan DW, bahkan ada gedung yang tertutup salju setinggi 5 meter. Media lokal Rusia menyebut kejadian ini sebagai 'kiamat salju'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa video yang dikumpulkan CNN dari warga setempat, tumpukan salju bahkan sudah menutupi muka toko di lantai dasar hunian vertikal di sana. Salju bukan hanya menutup area komersial di Rusia, melainkan menutupi akses warga sekitar yang hendak berbelanja dan mencari makanan karena tidak ada toko yang buka di sekitar gedung tempat mereka tinggal. Bahkan transportasi umum sudah lumpuh total karena kondisi jalan yang juga diblokade salju.
"Pintu-pintu rumah sudah tertutup (salju) di seluruh area. Toko yang menjual kebutuhan sehari-hari berubah menjadi (ruang) ekspedisi bawah tanah," sebut narasi dalam video CNN yang dikutip Kamis (22/1/2026).
Warga yang tidak bisa keluar lewat pintu, mencari jalan keluar lain melalui jendela rumah. Meskipun mereka tinggal di lantai 3, mereka bisa langsung melompat ke tumpukan salju bak masuk ke kolam renang. Tebalnya salju di luar dapat menahan tubuh mereka agar tidak langsung terperosok ke tanah.
Di luar, warga setempat bahu membahu menyingkirkan salju di rumah mereka. Hati-hati menyerok tumpukan salju di depan rumah agar saat mereka membuka pintu, gundukan salju tinggi tidak masuk ke rumah.
Beberapa penghuni rumah bahkan membuat anak tangga dari tumpukan salju tersebut karena tiba-tiba posisi rumah seperti di bawah permukaan tanah.
Bukan hanya warga yang susah payah menyingkirkan salju, tentara dan mahasiswa yang bertugas juga mengunjungi banyak rumah untuk membatu orang-orang yang membutuhkan, terutama orang tua yang sudah lanjut usia atau yang terjebak di rumah mereka.
Para ilmuwan mengatakan bahwa badai musim dingin ini mungkin disebabkan oleh perubahan iklim yang memengaruhi pola udara Arktik.
(aqi/das)
