Gedung Rusunawa I di Tebing Tinggi, Sumatera Utara harga sewanya cuma Rp 60.000 per bulan atau hitungannya Rp 2.000 per hari. Sewa yang sangat murah itu menarik banyak perhatian netizen di TikTok. Banyak yang tidak percaya jika masih ada harga kontrakan yang harga sewanya di bawah Rp 100.000 per bulan.
Keberadaan Rusunawa I Tebing Tinggi ini menjadi viral setelah salah satu penghuniya, Agtriza Rizki Harahap, @atriharahap, memperlihatkan beberapa video kesehariannya selama tinggal di sana. Banyak orang tertarik karena pada setiap videonya, ia menyebutkan harga sewa di rusun tersebut.
Lokasi Rusunawa I Tebing Tinggi berada di Jalan Syech Beringin, Kelurahan Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Rusun 5 lantai ini bernama Gedung Rusunawa I yang didirikan dan dikelola oleh pemda setempat. Diperkirakan bangunannya sudah berdiri sejak 2010. Masing-masing lantai terdiri dari 24 unit yang dihuni oleh 24 KK berbeda. Gedung ini pun dibedakan menjadi dua blok, yakni A dan B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atri, sapaan akrabnya mengatakan ia sudah tinggal di Rusunawa I Tinggi Tebing salama 10 tahun. Pada awalnya, ia tidak berniat untuk tinggal di sana karena tidak percaya dengan harga sewanya. Setelah mengalami masalah ekonomi, Atri, suami, dan kedua anaknya lantas pindah ke rusun sewa.
"Sebelumnya memang ada yang menawarkan, cuma kurang percaya. Takut lah tinggal di situ, nggak maulah. Serem, tinggi bangunannya, kayak mana kalau roboh, gitu pikirnya. Kebetulan ada juga sepupu tinggal di sini. Jadi, lihat rumahnya, lihat dalamnya kan, ternyata bagus. Udah langsung urus berkasnya," jelas Atri kepada detikcom pada Selasa (13/1/2026).
Setiap lantai memiliki harga sewa berbeda-beda. Atri sendiri tinggal di lantai 5, lantai teratas di rusun. Setiap lantai memiliki harga sewa berbeda-beda dengan selisih Rp 15.000.
Deretan hunian dimulai dari lantai 2, di mana harganya juga paling tinggi, yakni Rp 105.000. Lalu, lantai 3 biaya sewanya Rp 90.000, lantai 4 sebesar Rp 75.000, dan lantai 5 sebesar Rp 60.000.
Ukuran rumah di tiap lantai sama, yakni tipe 24 dengan 1 kamar, kamar mandi, dapur, area jemur pakaian, dan ruang tamu.
Biaya Bulanan Tinggal di Rusunawa I Tebing Tinggi
Biaya yang dikeluarkan untuk tinggal di Rusunawa I Tebing Tinggi terdiri dari biaya sewa, biaya pemakaian air, dan listrik. Atri menyebutkan biaya air yang dikenakan hanya Rp 15.000-25.000 per bulan. Lalu, biaya listrik Rp 200.000 per bulan dan dia memakai listrik token. Jika ditambah dengan uang sewa Rp 60.000 per bulan, total biaya tempat tinggal yang dikeluarkan hanya Rp 285.000 per bulan.
Tidak Ada Iuran Keamanan-Parkir
Selain biaya di atas, penghuni Rusunawa I Tebing Tinggi tidak dikenakan biaya parkir, iuran sampah, dan uang keamanan. Seluruh kendaraan parkir di lantai dasar, satu lantai dengan area usaha dan kantor pengelola.
Fasilitas di Rusunawa I Tebing Tinggi
Fasilitas yang tersedia, di lantai dasar terdapat area usaha yang bisa dipakai warga rusunawa, area parkir yang luas, lapangan untuk olahraga basket, voli, hingga bulutangkis. Ada pula Masjid dan madrasah di bangunan yang sama serta playground. Bahkan dalam beberapa video terlihat anak-anak rusun bebas bermain sepeda di lorong rusun.
Sayangnya, di rusunawa ini tidak ada klinik, tetapi rumah sakit lokasinya tidak jauh sehingga masih bisa ditempuh. Bahkan untuk ke kota jaraknya hanya sekitar 7 menit.
Rusunawa ini belum memiliki lift sehingga untuk ke lantai 5 hanya bisa melalui tangga. Namun, itu bukan masalah besar bagi Atri. Rusun itu pun tidak pernah banjir dan sekalipun gempa tidak begitu kencang getarannya yang mengharuskan dirinya berlarian panik ke bawah.
"Pernah (gempa). Dulu sering. Baru-baru ini ada juga sih. Tapi pusatnya ya nggak pernah di sini. Pusatnya itu ya nanti di Aceh, di Sibolga. Tapi ngerasa getarannya aja sih," ungkapnya.
Syarat Menyewa di Rusunawa I Tebing Tinggi
Persyaratan utama untuk menjadi penghuni adalah sudah menikah dan memiliki KTP berdomisili Sumatera Utara. Sebab, kedua hal tersebut wajib karena nantinya akan dimintai buktinya. Berikut beberapa berkas dan perlengkapan yang harus disiapkan.
1. Kartu Keluarga
2. KTP suami dan istri
3. Buku nikah
4. Pas foto ukuran 3x4 cm,
5. Surat keterangan belum memiliki rumah
6. Materai
Seluruh pengajuan harus diserahkan langsung ke kantor yang berada di lantai dasar Gedung Rusunawa I. Menurut pengalaman Atri, setelah berkas pengajuannnya diterima, ia langsung diarahkan untuk melihat rusun yang tersedia dan masih kosong.
(aqi/aqi)
