Properti merupakan salah satu sektor yang cukup berkembang di Bali. Sebagai kawasan wisata, keberadaan properti sangat dibutuhkan oleh wisatawan sebagai tempat penginapan atau rumah liburan.
Namun, tidak semua properti bagus prospeknya dalam waktu panjang. Ada beberapa yang ternyata kurang diminati di Bali.
Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto apartemen belum mendapat pamor besar di Bali jika dibandingkan dengan vila. Keduanya sama-sama hunian yang status kepemilikannya bisa menjadi hak milik dan sewa, tetapi vila lebih banyak diminati terutama oleh wisatawan asing di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dikarenakan vila menyediakan hunian yang privat, inklusif, dan lokasinya beberapa dekat dengan tujuan mereka datang ke Bali dan cocok dengan gaya hidup mereka. Sebagai contoh wisatawan yang ingin mencari pengalaman night life di Bali, biasanya akan datang ke daerah Canggu dan Seminyak. Apabila ingin mencari kawasan yang mendukung water sport mereka akan memilih tinggal di Nusa Dua.
"Vila masih mendominasi untuk Bali sendiri, mungkin karena kalau kita lihat preferensinya vila kan lebih private, inklusif jadi kalau dari pasarnya sendiri, vila masih memegang pasar tersendiri dibandingkan apartemen untuk long stay," kata Ferry dalam dalam acara Colliers Indonesia Virtual Media Briefing Q4 2025 secara daring pada Rabu (7/1/2026).
Apartemen kalah pamor dari vila karena lokasinya beberapa ada yang jauh dari pusat kegiatan para tamu. Kemudian, aturan di Bali yang melarang bangunan tingginya melebihi tinggi pohon kelapa yang berpengaruh pada jumlah kamar yang tersedia. Lalu, dari segi harga tidak beda jauh sehingga banyak wisatawan yang lebih memilih tinggal di villa yang lebih private.
"Bali sendiri memiliki aturan adat soal ketinggian bangunan, jadinya dari sisi ketinggian bangunan untuk apartemen belum bisa banyak unit yang bisa dibangun. Jadi kebanyakan memilih untuk ke vila karena mereka lebih private punya fasilitas dan amenities sendiri. Harga yang cukup bersaing jadi mereka lebih milih untuk ke vila," terangnya.
Meski begitu, bukan berarti apartemen di Bali sepi, permintaan tetap ada, didominasi oleh unit dengan skema Hak Sewa periode 25 - 35 tahun. Beberapa wilayah yang menyediakan apartemen di Bali adalah Nusa Dua (41 persen), Canggu (25 persen), Uluwatu (16 persen), Tabanan (2 persen), dan Kuta (2 persen). Menurut data Colliers Indonesia, terdapat 3.200 unit apartemen di Bali pada 2025.
Harga apartemen Bali bervariasi tergantung area dan luasan unit, dengan rata-rata Rp 45 juta. Tipe kamar yang paling banyak dipesan adalah 1 kamar tidur dan studio.
"Apartemen di Bali itu yang justru laku itu tipe studio dan one bedroom karena ini identikal dengan kamar hotel gitu ya. Kalau kamar hotel kan kira-kira dengan studio itu nggak beda jauh lah atau one bedroom itu nggak beda jauh, tapi dengan rate yang lebih bersahabat," ungkapnya.
Untuk prospek di 2026, antara vila dan apartemen, vila tetap menjadi pilihan utama wisatawan di Bali dengan alasan yang sama.
"Kemungkinan besar untuk di 2026, vila masih bakal mendominasi daripada apartemen," ucapnya.
(aqi/das)
