Omzet Rp 500 Juta, Ini Alasan Pengusaha Tas Garut Ramai-ramai Punya Rumah Mewah?

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Senin, 24 Jul 2023 17:00 WIB
Foto: Rumah mewah di Kampung Sultan, Garut/YouTube @petualangantehmayang543
Jakarta -

'Kampung Sultan' yang berada di Garut, Jawa Barat memang tengah banyak diperbincangkan karena rumah warganya mewah-mewah. Diketahui, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pengusaha tas, bahkan ada yang omzetnya mencapai ratusan juta/bulan.

Salah satu pengusaha tas di 'Kampung Miliarder' ini, Kusniawan mengaku bisa memiliki omzet Rp 500-600 juta per bulan. Ia menjual tas-tasnya hanya secara daring atau online saja.

"Kalau omzet saya per bulan itu sekitaran 500-600 juta per bulan," katanya, dikutip dari InsertLive, Senin (24/7/2023).

Karena menjual tasnya secara online, ia bisa menjualnya ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sampai ke luar negeri.

"Saya kan cuma (jualan) online aja, jadi ya seluruh Indonesia. Bahkan ada kalau di marketplace ada yang ke Brazil, Filipina, sampai ke Vietnam juga," tuturnya.

Dani, seorang pengrajin tas sejak 2003, mengaku pemilik konveksi tasnya bisa memiliki omzet hingga ratusan juta per bulan. Adapun tas yang dijual mulai dari tas anak, tas sekolah, maupun ransel.

"Ya per bulan (omzet) ratusan (juta) mungkin lah, bahkan lebih. Itu yang punya konveksi, itu ratusan lah per bulan," tuturnya.

Konveksi tas tempatnya bekerja mengirim produknya ke berbagai daerah Indonesia. Contohnya seperti ke Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, hingga Pulau Sulawesi.

"Hampir di setiap daerah Indonesia masuk (pengiriman), kebanyakan ke luar daerah. Jakarta, Bandung, Sumatera, Kalimantan Sulawesi, kayaknya seluruh Indonesia," ungkapnya.

Salah satu warga Kampung Pangauban, Asep menceritakan bahwa pada awalnya, di kampung tersebut warganya bekerja sebagai petani. Namun, pada saat krisis moneter tahun 1998, keadaan ekonomi yang sulit membuat salah satu orang yang bekerja sebagai petani banting setir jadi pengrajin tas.

"Ada satu orang tua yang buka kecil-kecilan merintis buka konveksi tas. Nah dari situ lah kampung pangauban berkembang jadi seperti ini, megahnya, rumahnya mewah-mewah," paparnya.

"Dan sekarang pun anak-anak mudanya sekarang, 95%nya itu buka (toko) tas sendiri-sendiri," tambahnya.



Simak Video "Video: Cerita Penghuni Perumahan Mewah di Atas Mal"

(zlf/zlf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork