2.800 Tahun Lalu Diduga Sudah Ada Pencakar Langit, Strukturnya Bisa 16 Lantai

2.800 Tahun Lalu Diduga Sudah Ada Pencakar Langit, Strukturnya Bisa 16 Lantai

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Minggu, 04 Okt 2026 13:03 WIB
Pemodelan komputer modern Istana Grat Beal Gibri.
Pemodelan komputer modern Istana Grat Be'al Gibri. Foto: artefacts-berlin.de/Heritage
Jakarta -

Sisa struktur istana Grat Be'al Gibri ditemukan Yeha, Ethiopia. Penemuan ini diduga merupakan jejak dari gedung pencakar langit pertama di dunia.

Dilansir dari Metro, peneliti melakukan analisis terkait struktur tersebut menggunakan pemodelan komputer modern. Mereka membuat rekonstruksi virtual dengan membayangkan lima lantai biasa dengan tambahan tiga lantai yang menjorok ke dalam di atasnya.

Namun siapa sangka, analisis baru mengemukakan bahwa rekonstruksi delapan lantai ini sebenarnya masih punya kekuatan untuk menahan lebih banyak lantai, bahkan sampai 16 tingkat. Struktur bangunan itu cukup kokoh kalau dibuat gedung tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara teoritis, jumlah lantai yang mungkin dibangun lebih banyak daripada delapan lantai yang sebelumnya diasumsikan sebagai jumlah maksimum yang mungkin dalam rekonstruksi virtual," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Martin Drieschner dari Brandenburgische Technische Universität Cottbus-Senftenberg, dikutip dari Metro, Minggu (4/10/2026).

"Dalam skenario terburuk, bangunan itu bisa setinggi 16 lantai," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Hal itu mendukung dugaan para arkeologis yang sudah lama menunjukkan bahwa bangunan itu dibangun sebagai struktur bertingkat. Apalagi bangunan ini memang sudah dianggap sebagai struktur mirip istana terbesar dari awal milenium pertama SM di Arabia Selatan dan Afrika Timur.

Kini Grat Be'al Gibri hanya tersisa struktur sebagian dari lantai dasar dan podium fondasi besar. Dari sisa bangunan ini lah para peneliti menemukan bukti yang diduga jejak gedung pencakar langit.

Bangunan itu merupakan kompleks istana dan administrasi monumental yang berukuran sekitar 60x60 meter. Istana tersebut dibangun dari batu puing fonolit dan mortar tanah liat yang bersumber secara lokal serta diperkuat dengan lapisan balok kayu.

Peneliti menemukan bangunan ini menggunakan teknik pembangunan yang unik, berbeda dari kebanyakan bangunan di Arab Selatan. Umumnya, balok kayu disusun secara horizontal dan vertikal, tetapi bangunan ini dipasang secara horizontal. Ketika ditelaah lebih lanjut, teknik tersebut membuat dinding-dinding bangunan mempunyai cadangan struktural yang cukup besar.

Selain itu, peneliti juga mempelajari ketebalan dinding. Mereka menemukan ketebalan dinding berkurang di bagian lebih tinggi. Hal itu membuat bangunan lebih mudah menahan beban daripada kalau seluruh ketebalan dinding sama.

Konstruksi istana yang kokoh memberikan bukti tentang skalanya bangunan. Dinding lantai dasar memiliki ketebalan sekitar 1,9 meter, sedangkan dinding podium fondasi mencapai sekitar 2,2 meter.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahkan bukan berarti gedung ini setinggi 16 tingkat. Namun, strukturnya memang kokoh dan punya kemampuan untuk menahan bangunan bertingkat.

(dhw/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads