Gedung Pencakar Langit Pertama Sudah Ada 2.800 Tahun Lalu, Ini Buktinya!

Gedung Pencakar Langit Pertama Sudah Ada 2.800 Tahun Lalu, Ini Buktinya!

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB
Sisa struktur Grat Beal Gibri di Yeha, Ethiopia.
Sisa struktur Grat Be'al Gibri di Yeha, Ethiopia. Foto: Drieschner, M., & Schnelle, M., Heritage (2026)
Jakarta -

Ada kemungkinan gedung pencakar langit sudah ada jauh sebelum zaman modern. Sekelompok peneliti mengungkapkan hasil studi tentang sisa struktur berusia sekitar 2.800 tahun yang diduga menjadi salah satu gedung pencakar langit pertama di dunia.

Dilansir dari Metro, semula gedung pencakar langit pertama yang selama ini diketahui adalah Home Insurance Building di Chicago. Bangunan setinggi 10-12 lantai itu berdiri sejak 1885.

Namun, sebuah penelitian menemukan sebuah sisa struktur istana kuno bisa jadi gedung pencakar langit pertama di dunia. Istana itu bernama Grat Be'al Gibri di Yeha, Ethiopia. Bangunan ini berdiri pada 800 SM atau sekitar 2.800 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunan itu merupakan kompleks istana dan administrasi monumental yang berukuran sekitar 60x60 meter. Grat Be'al Gibri sudah dianggap sebagai struktur mirip istana terbesar dari awal milenium pertama SM di Arabia Selatan dan Afrika Timur.

Sisa bangunan tersebut hanya sebagian dari lantai dasar dan podium fondasi besar. Akan tetapi, bukti arkeologis sudah lama menunjukkan bahwa bangunan itu dibangun sebagai struktur bertingkat.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, para peneliti menggunakan pemodelan komputer modern untuk menyelidiki Grat Be'al Gibri. Nah, penelitian terbaru menunjukkan gedung ini bisa saja menopang 16 lantai lantaran strukturnya yang sangat kokoh. Jika benar, berarti bangunan ini memecahkan rekor ketinggian Home Insurance Building.

Dugaan tersebut bukan tanpa dasar, para peneliti menemukan teknik pembangunan pada struktur itu terbilang unik. Sistem konstruksi serupa di Arab Selatan biasanya menyusun kayu secara horizontal dan vertikal, tetapi balok-balok pada Grat Be'al Gibri justru dipasang secara eksklusif secara horizontal.

Para peneliti mencoba memastikan teknik unik ini bisa menopang banyak tingkat bangunan atau tidak. Ternyata hasilnya, teknik tersebut membuat dinding-dinding bangunan mempunyai cadangan struktural yang cukup besar.

Mereka pun membuat rekonstruksi virtual dengan membayangkan lima lantai biasa dengan tambahan tiga lantai yang menjorok ke dalam di atasnya.

Analisis baru menemukan bahwa rekonstruksi delapan lantai ini berada dalam kapasitas menahan beban teoritis dinding, bahkan mungkin setinggi 16 lantai.

"Secara teoritis, jumlah lantai yang mungkin dibangun lebih banyak daripada delapan lantai yang sebelumnya diasumsikan sebagai jumlah maksimum yang mungkin dalam rekonstruksi virtual," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Martin Drieschner dari Brandenburgische Technische Universität Cottbus-Senftenberg, dikutip dari Metro, Minggu (4/10/2026).

"Dalam skenario terburuk, bangunan itu bisa setinggi 16 lantai," tambahnya.

Mereka menambahkan bahwa ini adalah 'asumsi konservatif', sebab ketebalan dinding sebenarnya berkurang ke arah atas. Hal ini mendukung bahwa bangunan punya kapasitas untuk menahan beban karena beban menjadi lebih rendah daripada jika ketebalan dindingnya sama.

(dhw/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads