Kementerian Kebudayaan mengumumkan ada 13 lokasi yang akan direvitalisasi di Keraton Solo atau Keraton Surakarta Hadiningrat. Tempat-tempat ini adalah lokasi prioritas yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun atau paling lama tahun depan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah menyediakan anggaran Rp 150 miliar. Namun, kemungkinan biayanya tidak akan mencukupi sehingga tidak menutup kemungkinan swasta akan masuk untuk membantu pendanaannya.
"Jadi kita juga kolaborasi nanti ya swasta, pemerintah, jadi agar semuanya tidak semuanya tergantung dari APBN," ujar Fadli Zon, dikutip dari detikJateng pada Jumat (25/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi yang akan direvitalisasi sebagai berikut:
Pagelaran
Dilansir dari Instagram resmi Keraton Surakarta Hadiningrat, Pagelaran adalah bangunan besar dan tinggi yang dapat dibongkar pasang. Tiap pemimpin bagian atapnya berbeda-beda. Area ini juga dikenal sebagai Bangsal Tratak Rambat. Bangunan ini digunakan sebagai tempat upacara Pisowanan Sumiwi bagi sang raja. Pada zaman Belanda lokasi tersebut pernah dipakai sebagai tempat pengadilan.
Museum Keraton
Kondisi Musuem Keraton Solo usai direvitalisasi yang belum dibuka untuk umum, Sabtu (27/12/2025). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Nama resmi museum ini adalah Museum Suaka Budaya. Namun, masyarakat lebih mengenalnya dengan Museum Keraton. Lokasinya ada di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.
Menurut laman Visit Jawa Tengah, museum ini menyimpan benda-benda sejarah milik Keraton Surakarta termasuk pemberian atau cindera mata dari raja-raja Eropa yang diletakkan di sekitar bangunan Sasana Sewaka. Museum ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1963.
Keraton Kilen
Penampakan Keraton Kulon Solo yang tak terawat, Selasa (10/3/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Keraton Solo adalah komplek yang luas. Di dalamnya ada bangunan yang diberi nama Keraton Kilen. Bangunan tersebut sudah kosong dan tidak terawat. Berdasarkan pantauan detikJateng pada Maret 2026, lokasi tersebut ditutup dengan pagar besi dan banyak semak belukar. Baru-baru ini pihak keraton sempat membersihkan area tersebut menyusul ada kabar revitalisasi.
Keputren
Lokasi selanjutnya yang akan direvitalisasi adalah Keputren. Ini adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi permaisuri, para selir, dan putri raja yang masih lajang.
Ndalem Ageng
Ini merupakan salah satu bangunan utama di Keraton Solo. Bangunan ini cukup penting yang telah berdiri sejak 1683 tahun Jawa pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana III. Lalu, pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana X dipoles menjadi lebih indah.
Sitihinggil
Dilansir dari situs Indonesia Kaya, Sitihinggil adalah halaman yang ditinggikan hingga menyerupai gunung kecil atau punggung kura-kura. Nama Sitihinggil berasal dari dua kata, yaitu "siti" yang berarti tanah dan "inggil" yang berarti tinggi. Konon cara untuk meninggikannya menggunakan tanah yang diambil dari daerah Tolowangi yang tanahnya harum. Di kawasan Sitihinggil ada beberapa lokasi terkenal dan bangunan.
Kawasan Kamandungan
Kamandungan berasal dari kata mandung yang berarti berhenti. Maksudnya adalah setiap orang yang akan masuk ke keraton harus berhenti sejenak di tempat ini untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Kawasan Kamandungan merupakan salah satu bagian dari keraton solo dan di sana banyak abdi dalem yang berjaga.
Panggung Songgobuwono
Panggung Songgonuwono adalah sebuah menara setinggi 36 meter yang merupakan ikon Keraton Kasunanan Solo. Dulu menara ini juga sebagai bagian dari pertahanan Keraton.
Sasana Handrawina
Keraton Solo memiliki ruang perjamuan besar dan area tempat duduk yang ditutup dengan jendela kaca berhias serta bagian pintu dan panel berlapis emas.
Lokasinya bersebelahan dengan Pendopo Ageng. Sunan biasa menggunakan tempat ini mengadakan pesta makan malam yang megah dan menjamu tamu-tamu terhormat.
Selain lokasi-lokasi tersebut, ada pula Kasentanan, Panti Bidono, Bangsal Pradonggo, dan Sinorenggo yang akan direvitalisasi. detikcom sudah mencoba mencari tahu soal 4 tempat ini, tetapi informasinya terbatas. Secara garis besar semuanya masih berada di dalam Keraton Solo.


