Keraton Solo Bakal Direvitalisasi, Ini 13 Kawasan Prioritas

Keraton Solo Bakal Direvitalisasi, Ini 13 Kawasan Prioritas

Tara Wahyu NV - detikProperti
Jumat, 25 Sep 2026 12:20 WIB
Suasana wilujengan dan Grebeg Maulid yang digelar kubu Paku Buwono XIV Mangkubumi di Keraton Solo, Rabu (26/8/2026).
Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mendorong Keraton Solo dan lingkungan sekitarnya direvitalisasi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan ada 13 titik kawasan Keraton Solo yang akan diremajakan dengan anggaran Rp 150 miliar.

"Ini juga merupakan perintah dari Bapak Presiden untuk melakukan revitalisasi keraton, istana-istana, museum-museum, dan berbagai aset budaya lain," kata Fadli Zon, dikutip dari detikJateng pada Jumat (25/9/2026).

Ada pun, 13 kawasan yang akan direvitalisasi, di antaranya Pagelaran, Sitinggil, Museum Keraton, Kasentanan, Panti Bidono, Keraton Kilen, Keputren, Ndalem Ageng, Kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina, Panggung Songgo Buwono dan Sinorenggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi-lokasi yang sudah dipilih ini belum mencakup seluruh wilayah Keraton Solo. Lokasi tersebut adalah tempat yang telah menjadi prioritas oleh pemerintah.

"Nanti kita lihat, ini memang belum secara keseluruhan, tapi kira-kira mayoritas lah," katanya.

ADVERTISEMENT

Harapannya revitalisasi dapat rampung pada akhir tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan ada perpanjangan waktu mengingat lokasi revitalisasi yang cukup luas, yakni sekitar 2 hektare untuk kawasan Keraton Kilen sendiri.

Revitalisasi besar di Keraton Kasunanan Surakarta terakhir kali dilakukan sekitar 40 tahun lalu pada Panggung Sasana Sangabuwana dan Pagelaran. Oleh karena itu, pemerintah mendukung adanya peremajaan kembali. Tujuannya bukan hanya memperbaiki tampilan bangunan saja, tetapi menjaga nilai, tradisi, serta warisan budaya tak benda yang ada di Keraton Kasunanan Surakarta. Apalagi Keraton Solo juga salah satu tujuan destinasi wisata yang ramai.

"Kita berharap tentu revitalisasi ini bukan hanya berhenti di fisik, yang tangible, tapi juga yang intangible. Termasuk nilai-nilai, tradisi, warisan-warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage)-nya," jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menjelaskan Rp 150 miliar tersebut kemungkinan tidak akan cukup untuk memperbaiki seluruh lokasi. Mereka telah menggandeng swasta untuk membantu pendanaan.

"Jadi kita juga kolaborasi nanti ya swasta, pemerintah, jadi agar semuanya tidak semuanya tergantung dari APBN," ujarnya.

Dia mencontohkan Gedung Songgobuwono yang sebelumnya direvitalisasi dengan dukungan pihak swasta. Beberapa bagian lainnya juga mendapat dukungan dari korporasi.

Setelah revitalisasi selesai, pemerintah akan menyiapkan pengelolaan khusus untuk Keraton Kasunanan Surakarta agar pengelolaan kawasan tersebut dibantu dengan manajemen yang profesional dan melibatkan berbagai pihak. Konsep pengelolaan apakah lembaga atau yayasan tengah dibicarakan oleh pemerintah pusat, Pemkot Solo, dan pihak keraton.



(aqi/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads