Tak Banyak yang Tahu, Ini Makna di Balik 'Sate' di Gedung Sate

Tak Banyak yang Tahu, Ini Makna di Balik 'Sate' di Gedung Sate

Bima Bagaskara - detikProperti
Selasa, 09 Jun 2026 14:45 WIB
Menikmati Sisi Lain Bandung dari Puncak Gedung Sate
Gedung Sate Foto: Putu Intan Raka Cinti
Jakarta -

Gedung Sate merupakan kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Uniknya, gedung itu dinamakan seperti hidangan berupa daging ditusukkan ke tusuk bambu atau lidi, yaitu satai.

Sebagian orang mungkin sudah tahu bahwa nama itu terinspirasi dari tiang puncak atap yang menyerupai satai. Bentuknya berupa tiang yang disertai enam bulatan. Ternyata tiang itu sebenarnya sebuah penangkal petir, lho.

Namun, bagaimana awal mula tercetus sebutan Gedung Sate ya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari detikJabar, penamaan Gedung Sate bermula dari warga Bandung yang kesulitan menyebut nama bangunan yakni Departement Verkeer en Waterstaat. Nama tersebut dinilai panjang dan rumit karena dalam bahasa Belanda. Masyarakat justru lebih nyaman menyebutnya Gedung Sate.

"Warga Bandung ketika gedung ini diresmikan pakai nama Belanda Departement Verkeer en Waterstaat, panjang pisan ya, warga Bandung protes ini Belanda meresmikan katanya ibu kota baru tapi pakai bahasa Belanda," ucap edukator Museum Gedung Sate, Wenno Guna Utama pada Mei 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

Guyonan itu pun menyebar cepat dari pasar hingga warung kopi hingga pasar. Orang-orang pun menyebut bangunan megah itu dengan nama Gedung Sate. Nama itu masih bertahan sampai sekarang.

"Atas dasar itu kemudian warga bandung yang melihat gedung megah, mereka melihat di atasnya ada satenya, ada seperti sate padahal itu penangkal petir kan," katanya.

Di sisi lain, tiang berupa tusuk sate di atas gedung punya ada makna sendiri. Sebenarnya, tusuk sate tersebut merupakan simbol dari besarnya biaya pembangunan gedung. Wenno menyebut pembangunan Gedung Sate mencapai 6 juta gulden atau setara Rp 420 miliar.

"Yang kebetulan juga ada bulatan yang merupakan simbol biaya pembangunan Gedung Sate sate, kan bulatannya 6 ya, biayanya 6 juta gulden atau setara Rp 420 miliar pada tahun 1920. Jadi mahal banget gedung ini," ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads