Merancang rumah dengan desain impian sekaligus mengakomodir kebutuhan rumah sangatlah dibutuhkan. Salah satu desain yang bisa dipertimbangkan adalah split level.
Desain ini sangat cocok pada tanah yang berkontur maupun di area padat penduduk. Biasanya, rumah split level itu membagi rumah menjadi tingkat-tingkat berbeda dengan ketinggian lantai yang hampir sama di setiap ruangan. Dilansir dari Architectural Digest, bagian antar-lantai di rumah split level dihubungkan dengan tangga pendek.
Di Amerika Serikat, konsep rumah ini mulai populer setelah Perang Dunia II dan makin diminati karena desainnya yang memaksimalkan ruang di lahan yang sempit. Ditambah lagi, tata ruang terbuka dan lapang serta banyaknya cahaya alami yang masuk karena jendela yang banyak juga membuat konsep rumah ini semakin populer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Indonesia, konsep ini sebenarnya sudah diketahui secara luas. Namun, penerapannya masih belum banyak.
Ciri-ciri Rumah Split Level
Berikut ini ciri-ciri rumah split level berdasarkan wawancara dengan arsitek Denny Setiawan, dilansir dari Architectural Digest dan House Beautiful.
Memiliki Lebih dari 3 Tingkat
Rumah split level umumnya memiliki lebih dari tiga tingkat. Menurut Denny, biasanya rumah split level bisa terdiri dari 4 tingkat yang terdiri dari setengah lantai.
Tangga yang Pendek
Karena tingginya hanya setengah lantai, tangga yang digunakan sebagai penghubung antar-lantai jadi pendek. Umumnya sekitar 11 anak tangga saja.
Ruang Terbuka
Biasanya konsep rumah ini mengusung lantai terbuka. Ini memberikan kesan ruangan lebih luas.
Kelebihan Rumah Split
Memudahkan Komunikasi
Memiliki rumah split level bisa memudahkan komunikasi di rumah, karena jarak antara ruang dapur hingga ruang tengah jadi lebih dekat.
Mensiasati Tanah Berkontur
Ketika memiliki tanah yang berkontur, rumah dengan konsep split level ini bisa jadi salah satu cara untuk mensiasatinya.
"Jadi kalau daerah berkontur kan misalnya bisa turun 1,5 meter, jadi supaya kita mengurangi cut and fill tanah, memadatkan atau menambahkan tanah baru atau mengurangi tanah baru, kita menggunakannya, memanfaatkannya dengan konsep split level itu," tuturnya kepada detikcom, Minggu (3/5/2026).
Punya Void
Denny mengatakan, menggunakan konsep split level memungkinkan adanya void atau ruang terbuka antar-lantai di rumah. Void ini berfungsi untuk memaksimalkan cahaya hingga mengoptimalkan ventilasi udara.
Tangga Lebih Pendek
Jumlah anak tangga yang dibutuhkan rumah konsep split level jauh lebih sedikit. Itu karena, jarak antar-tingkat hanya setengah lantai saja tidak sampai satu lantai seperti pada rumah umumnya.
Kalau pada rumah umumnya membutuhkan 24 anak tangga untuk mencapai lantai dua, dengan konsep split level jumlah anak tangga yang dibutuhkan hanya sekitar 11 saja.
Kekurangan Rumah Split Level
Biaya Bangun Lebih Mahal
Biaya bangun rumah split level lebih mahal sekitar 10-15 persen dari rumah biasa. Alasannya karena rumah konsep ini harus menambahkan balok struktur pada bagian lantainya pada antar-tingkatannya.
"(Penambahan balok struktur) di bagian lantainya. Jadi misalnya kalau dua lantai kan kita cukup buat dua kali sloof ya, dua kali balok. Tapi kalau misalnya satu, satu setengah, dua, dua setengah (lantai), jadi itu akan boros di balok. Tapi itu nilainya paling 10 persen dari keseluruhan total membangun rumah," ungkapnya.
Tidak Cocok Jika Ada Lansia
Sayangnya, konsep rumah split level tidak cocok jika ada lansia di rumah. Itu karena, akan ada banyak tangga yang harus dilalui.
Bedanya dengan Mezzanine
Tinggi lantai antara split level dan mezzanine berbeda sehingga anak tangga yang dibutuhkan pada rumah split level lebih sedikit antar-lantainya.
"Split level itu setengah lantai ke atas, setengah lantai lagi ke atas lagi. Jadi dia ada perbedaan antara lantai ke lantai itu setengah lantai," kata Denny.
Sementara itu, untuk mezzanine biasanya menggunakan setengah ruangan untuk menjadi ruangan di atasnya. Ketinggiannya juga lebih tinggi sehingga bisa menciptakan void atau area terbuka yang menghubungkan lantai bawah dan atas untuk sirkulasi udara.
"Nah, kalau mezzanine itu ketinggiannya satu lantai, tapi lantainya nggak penuh sehingga menciptakan atrium, menciptakan void," tutur Denny.
(abr/zlf)











































