Kenapa Bangun Rumah Gaya Industrial Lebih Murah Dibanding Minimalis?

Kenapa Bangun Rumah Gaya Industrial Lebih Murah Dibanding Minimalis?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Minggu, 22 Mar 2026 11:02 WIB
Living room interior in loft, industrial style, 3d render
Ilustrasi Rumah Industrial. Foto: Getty Images/iStockphoto/Artjafara
Jakarta -

Saat ini gaya rumah semakin beragam. Masyarakat rata-rata lebih menyukai desain yang sederhana dan tidak terlalu mencolok, salah satunya adalah desain rumah industrial.

Dilansir dari Masterclass, gaya rumah industrial terinspirasi dari pabrik-pabrik bekas Revolusi Industri. Umumnya, gaya industrial ini mencakup elemen arsitektur terbuka, seperti pipa, batu bata, beton, serta filosofi desain minimalis. Untuk interiornya, biasanya menggunakan palet warna netral.

Walaupun desainnya berdasarkan pada ruang terbuka yang minimalis, perpaduan berbagai material rustic pada furnitur dan aksen pencahayaan memberikan kesempatan pada pemilik rumah untuk menghadirkan desain interior industrial ke dalam berbagi ruang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata fakta unik dari desain ini menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan adalah rumah bergaya industrial jauh lebih murah biaya pembangunannya daripada rumah minimalis lainnya.

Alasannya gaya rumah ini tidak begitu memakai banyak material, salah satunya tidak membutuhkan cat warna-warni atau jenis penutup khusus, seperti kayu, wallpaper, dan lainnya. Cukup dinding yang selesai diplester dan dicat saja.

ADVERTISEMENT

"Rumah industrial harusnya lebih murah daripada rumah konvensional. Karena secara bahan bangunan, secara material, dia otomatis lebih berkurang atau lebih sedikit menggunakan material bahan bangunan," kata Denny kepada detikcom pada Jumat (13/3/2026).

Namun, ketika ingin membuat rumah bergaya industrial pastikan memakai arsitek dan tukang yang memang berpengalaman dan menguasai gaya ini. Denny mengatakan kunci suksesnya rumah bergaya industrial adalah kerapiannya. Apabila sembarangan pilih tukang, hasil rumah industrial justru lebih mirip rumah belum jadi daripada yang kita harapkan.

"Tapi kalau industrial kadang-kadang dia perlu hati-hati karena kalau misalnya kita kerjanya sembarangan, tentunya akan jelek hasilnya. Jadi perlu tukang-tukang yang terbiasa untuk menghasilkan karya yang rapih," tutur Denny.

Lalu, arsitek yang sudah berpengalaman biasanya akan lebih memahami soal detail. Sebagai contoh mereka akan memikirkan bagaimana mengatur instalasi pipa, kabel, hingga area atap agar terlihat rapi tapi tidak tertutup layaknya rumah konvensional.

"Karena nggak semua arsitek memikirkan plumbing yang rapih, pemipaan yang rapih, kabel yang rapih, itu sesuatu yang nggak mudah juga," ujarnya.

7 Karakteristik Desain Interior Industrial

1. Penggunaan Warna Netral

Pada gaya industrial banyak menggunakan warna netral. Misalnya spektrum warna putih, abu-bau, hitam, serta cokelat.

2. Menonjolkan Material Bangunan

Gaya industrial biasanya memiliki lantai terbuka dan langit-langit tinggi. Alih-alih menggunakan drywall atau wallpaper, desain tersebut menampilkan batu bata terbuka, lantai beton, pipa dan saluran yang terlihat.

3. Penggunaan Cahaya Alami

Desain Industrial menggunakan jendela besar agar banyak cahaya bisa masuk ke dalam.

4. Penggunaan Kembali Bahan yang Tidak Terpakai

Gaya industrial kerap menggunakan kembali material yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Misalnya rak buku dari bahan daur ulang maupun meja makan yang digunakan kembali. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan elemen alami ke dalam bahan yang banyak mengandung logam.

5. Pemakaian Tekstil Alami

Kain seperti kulit atau linen yang sudah lama cocok digunakan pada gaya industrial untuk furnitur dan aksen. Hal itu untuk menciptakan nuansa yang 'hidup' dan nyaman.

6. Identik dengan Bola Lampu

Sebuah bola lampu Edison (Edison bulb) atau beberapa bola lampu Edison yang digantung merupakan elemen umum dekorasi rumah gaya industrial. Kamu juga bisa menggunakan kubah logam besar, lampu gantung, atau lampu lantai untuk menonjolkan gaya industrial.

7. Garis Grafis

Berbeda dengan tampilan grafis dan gaya art deco yang 'ramai' dan menunjukkan warna-warna berani, gaya industrial terkesan lebih sederhana dengan garis grafis yang lurus dan bersih, terutama dibuat dengan logam hitam alih-alih pola yang berliku.

Itulah alasan bangun rumah gaya industrial lebih murah dibandingkan rumah gaya minimalis.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads