Rumah sebaiknya dibangun dengan celah atau jarak. Hal ini lebih banyak untungnya karena bisa meminimalisir gangguang ke tetangga.
Celah atau ruang antar bangunan ini tidak perlu sampai belasan meter, tetapi tidak boleh terlalu kecil juga. Arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan mengatakan jarak ideal yang memisahkan 2 bangunan minimal adalah 60 cm.
"Kalau misalnya mau renggang, itu berjarak minimal 60 cm," kata Denny kepada detikProperti pada Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak ini sudah ideal dan memiliki banyak manfaat jangka panjang untuk rumah. Apabila jarak yang tersisa kurang dari 60 cm, sebaiknya sekalian ditempelkan saja ke bangunan sampingnya. Hal ini untuk mencegah rongga tersebut lembap dan merusak cat serta dinding rumah.
"Karena risikonya kelembapan yang ada di ruang antara dinding tersebut. Kelembapan yang tinggi lama-lama akan merusak cat dinding kita. Jadi lebih baik ditempel dan di atasnya diberikan proteksi supaya tidak terdapat celah yang memungkinkan air masuk," jelasnya.
Keuntungan Rumah Dibuat Berjarak
1. Mengantisipasi Kebakaran
Kebakaran merupakan bencana yang tidak bisa dihindari. Namun, potensi penyebarannya bisa diminalisir jika jarak antar bangunan tidak dekat sehingga api tidak langsung menyambar ke sampingnya.
2. Sirkulasi Udara
Jika diperhatikan bangunan-bangunan masa kini yang dibangun oleh arsitek kebanyakan sudah dibuat celah-celah kecil antar ruangan. Fungsinya bukan hanya untuk meredam suara, melainkan untuk akses pertukaran udara.
Denny menyarankan untuk membuat ventilasi di dinding yang menghadap ke celah ini. Celah tersebut bisa membuat bagian dalam rumah jauh lebih adem. Jarak 60 cm juga tidak akan membuat ruang tersebut lembap.
"Karena 60 cm itu cukup untuk mengeringkannya (Nggak bikin lembap). Tapi kalau misalnya cuma 5 cm dijarakin, nah itu lembab," ungkapnya.
3. Mengurangi Retak
Ketika ada tetangga yang renovasi, tidak perlu khawatir dinding rumah kita terdampak karena jaraknya cukup jauh. Berbeda dengan rumah yang menempel. Umumnya yang rumahnya saling menempel, rawan muncul retakan atau kebocoran di rumah tetangga.
Denny menambahkan jika celah antar rumah sudah 60 cm tidak perlu ditambah atap di atasnya. Jika ingin diubah menjadi selokan juga tidak apa-apa asal dengan pertimbangan yang matang.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/das)
