Musim mudik sudah dekat. Banyak sekali yang harus dipersiapkan baik keperluan yang akan dibawa ke kampung halaman dan memastikan barang serta ruangan yang kita tinggalkan aman.
Aman di sini maksudnya bukan hanya aman dari pencurian, melainkan musuh dalam selimut, yakni jamur. Mungkin detikers pernah melihat atau mengalami sendiri, pulang dari mudik, saat masuk ke kamar, tiba-tiba muncul banyak noda kehitaman atau putih di lokasi-lokasi nggak lazim. Itu namanya jamur ruangan.
Jumlahnya bukan cuma setitik lho, pada beberapa kasus jamur ini bisa tumbuh di seluruh lemari, bantal, dinding, bahkan barang-barang yang kita kira nggak akan berjamur. Hal ini yang membuat kewalahan karena akan sulit dibersihkan karena jamur pernah hidup di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan penyebab utama muncul jamur di dalam ruangan adalah kelembapan. Ini adalah musuh dalam selimut bangunan karena pada awalnya pasti tidak disadari oleh penghuninya.
"Nggak punya jendela, nggak punya ventilasi yang baik, nggak punya cross ventilation atau ventilasi silang yang baik. Jadi otomatis rumahnya tersebut lembab dan kelembapan akan membuat jamur tumbuh dengan baik," kata Denny kepada detikcom pada Senin (20/3/2026).
Kelembapan muncul ketika ruangan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Sirkulasi ini terjadi apabila ruangan memiliki akses udara masuk dan keluar sehingga ruangan terasa segar, tidak pengap atau tidak berbau apek.
Denny mengungkapkan ruangan yang rawan muncul jamur adalah apabila tidak ada ventilasi, jarang membuka jendela maupun pintu. Hal ini banyak dialami di kontrakan petak atau kos-kosan mahasiswa yang ukurannya sebesar kamar tidur. Terkadang desain kosan tersebut tidak dibuat dengan ventilasi pasif atau terlalu di pojokan sehingga tidak mendapatkan jendela aktif yang bisa dibuka dan tutup.
Untuk mengatasi hal ini, penting untuk memiliki jendela aktif di ruangan. Lalu, apabila akan lama ditinggal, pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi silang yang bentuknya seperti jendela pasif, tetapi memiliki celah udara masuk.
Jika tidak memiliki jendela pasif dengan celah, ia menyarankan untuk memasang exhaust fan, yakni kipas angin yang sering menempel pada jendela, plafon, dan dinding. Fungsinya untuk mengurangi kelembapan pada ruangan. Pilih juga exhaust fan yang bisa dioperasikan secara online dari jauh sehingga bisa dihidupkan dan dimatikan melalui sebuah aplikasi di ponsel.
"Alangkah baiknya kita memilih kos-kosan juga yang mempunyai jendela. Syarat utama memilih kos-kosan. Yang kedua, bukan cuma masalah jamur, tapi juga masalah kelembapan itu adalah paru-paru kita. (Kelembapan) akan menyebabkan penyakit paru-paru basah karena pertukaran udara, udara yang kita hirup, udaranya yang mengandung karbon dioksida. Jadi itu berbahaya," tegasnya.
(aqi/das)










































