Gokil! Rumah di Cimahi Ini Dibangun Cuma Pakai Tanah dan Rangka Bambu

Gokil! Rumah di Cimahi Ini Dibangun Cuma Pakai Tanah dan Rangka Bambu

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 07 Feb 2026 12:04 WIB
Gokil! Rumah di Cimahi Ini Dibangun Cuma Pakai Tanah dan Rangka Bambu
Rumah Tanah milik Misbah di Cimahi, Jawa Barat. Foto: Misbah Dwiyanto
Jakarta -

Umumnya fondasi utama rumah dibangun dengan bata, semen, pasir, dan besi tulangan. Namun, rumah salah satu warga di Cimahi, Jawa Barat ini unik sekali. Ia hanya menggunakan 2 bahan utama, yakni kerangka bambu dan tanah.

Pemilik rumah tersebut adalah Misbah Dwiyanto yang mengaku sebagai petani. Ia membangun dan mendesain sendiri rumah tersebut yang kini dinamai dengan Rumah Tanah.

Banyak hal spesial dari rumah ini. Meskipun hanya dibangun dengan kerangka bambu dan tanah, rumah ini bisa dibangun menjadi hunian dua lantai seluas 92 meter persegi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semuanya diperhitungkan secara detail dan hati-hati. Mengingat Rumah Tanah akan digunakan sebagai hunian utama bagi dirinya, istri, dan kedua anaknya. Sebelum memulai pembangunan rumah pada 2023 lalu, Misbah membuat rumah uji coba dan ternyata berhasil sesuai harapannya.

Total ia menghabiskan 2 truk tanah senilai Rp 1,6 juta untuk membangun rumah itu. Tanah tersebut digunakan pada bagian dinding dari bawah hingga ke atas. Sebelum tanah digunakan sebagai pengganti bata dan semen, tanah diinjak-injak hingga mencapai tekstur atau bentuk yang diinginkan.

ADVERTISEMENT

Lalu, dinding yang akan dibuat, sudah dipasang kerangka bambu sebagai pengganti besi tulangan. Tanah akan menutupi kerangka tersebut sehingga dinding dapat berdiri tegak. Kerangka bambu juga dipasang di teras, tangga, hingga atap sebagai pengganti baja ringan atau beton.

"Bangunan ini ditopang oleh rangka bambu, jadi relatif cukup fleksibel ketika ada guncangan atau gempa," kata Misbah kepada DW, seperti dikutip detikcom pada Sabtu (7/2/2026).

Meskipun dua bahan baku tersebut mendominasi, besi dan semen juga tetap dipakai sebagai fondasi rumah dan membuat kaki-kaki bangunan. Misbah juga menyediakan 3 truk pasir senilai Rp 3 juta dan 1,5 truk jerami Rp 2,6 juta, dan material untuk atap. Dari bahan-bahan seadanya ini, biaya pembangunannya jauh lebih murah daripada rumah konvensional.

"Mungkin 40 persen lebih murah. (biaya materialnya lebih murah), ketimbang membangun rumah konvensional," ujarnya.

Bentuk rumahnya pun nggak main-main, ia telah menentukan rumah tersebut mirip dengan desain-desain farm house. Dengan sedikit modifikasi pada bagian bawah terdapat beberapa kaki-kaki dari semen sehingga rumah tidak menempel di tanah. Hal ini dikarenakan rumah tersebut tidak bisa menempel dengan tanah.

"Ada syaratnya, rumah tanah itu tidak boleh terlalu dekat dengan tanah. Nggak boleh nempel," ungkapnya.

Lalu, atapnya juga dibuat besar dan lebar untuk melindungi dinding tanah dari air dan panas bak payung. Lalu, untuk pintu dan jendela Misbah tetap menggunakan kayu.

Manfaat Bangun Rumah Tanah

Selain biaya pembangunan yang murah, Misbah mengatakan ada banyak manfaat yang didapat, berikut di antaranya.

1. Ramah Lingkungan

Sudah pasti dengan hanya mengandalkan material alami, tidak tercipta emisi karbon berlebihan. Selain itu, tanah membuat rumah sejuk sehingga penghuni tidak perlu bergantung pada pemakaian pendingin ruangan atau air conditioner (AC).

"Dia (tanah) bisa meregulasi suhu ruangan tetap nyaman. Tanpa harus menggunakan tambahan penghangat atau AC (pendingin ruangan). (Dinding tanah) bisa menyerap bau, lembap, peredam suara yang cukup bagus," jelasnya.

Lalu, jika rumah tersebut rusak parah dan harus rata dengan tanah, tanah tersebut tidak akan merusak lingkungan karena bisa dipakai lagi layaknya tanah biasa.

"Saya petani saya tahu tanah itu sangat berharga dan ketika saya memanfaatkan tanah ini sebagai material rumah, saya menjaganya agar tetap raw sehingga saya yakin ketika rumah ini 'selesai' dan kembali lagi ke tanah, vitalitas tanah sebagai pemantik kehidupan itu tetap ada. Tumbuhan bisa tumbuh lagi di tanah itu," terangnya.

2. Tahan Gempa

Mungkin di bayangan detikers rumah dengan bambu dan tanah saja tampak rapuh. Menurut Misbah, rumah ini tahan gempa karena telah memakai rangka bambu.

"Bangunan ini ditopang oleh rangka bambu, jadi relatif cukup fleksibel ketika ada guncangan atau gempa," katanya.

3. Perawatan dan Perbaikan Mudah

Rumah Tanah pernah mengalami kerusakan, seperti dinding bolong karena ada tanah yang jatuh. Misbah mengatakan perbaikannya tidak susah, sama saja seperti menutup celah pada dinding dengan semen. Bedanya, pemilik Rumah Tanah tidak perlu membeli tanah baru. Tanah yang jatuh dibasahkan dan ditempel lagi, maka hasilnya tampak seperti semula.

"Jika ada kerusakan, kita bisa pakai ulang bahan yang lepas itu dan itu kualitasnya sama dengan sebelumnya," ucapnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads