Ada banyak sekali gedung pencakar langit yang dibangun di New York, sebut saja Empire State Building yang telah berdiri sejak 1930-an hingga One World Trade Center. Gedung-gedung itu menjadi ikon New York dan terkenal ke seluruh dunia.
Di antara gedung-gedung pencakar langit New York, ada satu bangunan yang desainnya sangat unik. Soalnya, gedung tersebut terinspirasi dari tempat sampah. Kok bisa?
Dilansir dari situs The Architect's Newspaper, Minggu (1/2/2026), gedung yang dimaksud adalah 432 Park Avenue, sebuah apartemen mewah setinggi 425 meter yang dibangun di jantung kota New York. Keunikan gedung ini tidak hanya dari bangunannya saja, tapi juga punya desain yang anti-mainstream.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana tidak, desain 432 Park Avenue terinspirasi dari tempat sampah. Memang jika dilihat secara sekilas fasad gedung ini punya celah kotak-kotak yang mirip seperti lubang pada tempat sampah.
432 Park Avenue merupakan sebuah apartemen di New York. Gedung ini punya desain yang terinspirasi dari tempat sampah. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Epistola8 |
Namun, inspirasinya bukan datang dari tempat sampah biasa. Arsitek 432 Park Avenue Rafael Vinoly mengatakan gedung tersebut terinspirasi dari tempat sampah hasil karya Josef Hoffmann, seorang arsitek ternama asal Austria.
Sedikit informasi, tempat sampah yang diciptakan oleh Josef Hoffmann bukan sembarangan, melainkan sebuah karya seni yang dibuat di Wiener Wekstatte. Tempat sampah itu sendiri dijual dengan harga US$ 225 atau sekitar Rp 3,7 jutaan (kurs Rp 16.785).
Pola kotak-kotak pada tempat sampah karya Josef Hoffmann telah menginspirasi fasad bangunan 432 Park Avenue. Namun, Vinoly memberikan sentuhan estetika pada bangunannya sehingga terlihat modern dan mewah.
432 Park Avenue merupakan sebuah apartemen di New York. Gedung ini punya desain yang terinspirasi dari tempat sampah. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Epistola8 |
Meski punya desain yang unik, tapi ada masalah besar yang dihadapi 432 Park Avenue, yakni angin. Pengujian dari perusahaan konstruksi RWDI menunjukkan angin yang berhembus pelan membuat gedung mengalami fenomena pelepasan pusaran (vortex shedding), sehingga gaya udara berputar di sekitar bangunan dan memicu getaran.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah masalah, seperti merasakan getaran dan pusing bagi penghuni apartemen. Risiko lebih besarnya adalah mengalami kerusakan pada struktur bangunan.
Untuk mengatasi getaran yang kencang, gedung ini memiliki lima lantai mekanis. Fungsinya sebagai penghalang agar angin dapat berhembus melewati fasad bangunan sehingga meminimalisir getaran.
Selain itu, 432 Park Avenue memiliki Peredam Massa Tertala atau TMD (Turned Mass Damper) yang dapat mengurangi getaran sekaligus menyeimbangkan bangunan. Di dalam struktur gedung ini juga memiliki dua tabung beton yang sangat kuat untuk menopang bangunan agar kokoh.
Jika ingin merasakan tinggal di apartemen tertinggi di New York, masih ada sejumlah kamar eksklusif yang dijual di 432 Park Avenue. Untuk harganya sendiri mencapai US$ 70 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Wow!
(ilf/abr)













































