Detail Arsitektur Taipei 101 Ternyata Bantu Alex Honnold Bisa Sampai Puncak

Detail Arsitektur Taipei 101 Ternyata Bantu Alex Honnold Bisa Sampai Puncak

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 27 Jan 2026 07:33 WIB
Detail Arsitektur Taipei 101 Ternyata Bantu Alex Honnold Bisa Sampai Puncak
Gedung Taipei 101. Foto: Wahyu Setyo Widodo
Jakarta -

Gedung Taipei 101 baru-baru ini menjadi perhatian karena aksi Alex Honnold, seorang free solo climbing yang berhasil mencapai puncak gedung tersebut tanpa pengaman apa pun.

Tantangan yang harus dilewati Alex Honnold bukan hanya ketinggian gedung yang mencapai 508 meter, melainkan medannya. Seperti yang diketahui gedung Taipei 101 bukan bangunan yang lurus dan mulus hingga ke atas, bentuk gedung tersebut bak gedung bersusun.

Dilansir Times of India, arsitektur gedung Taipei 101 terinspirasi dari bambu, terutama pada bagian struktur bangunannya. Jika dilihat lebih dekat, gedung pencakar langit ini memiliki beberapa bagian atau segmen bentuk bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paling bawah atau bagian fondasi utama dibuat menyerupai piramida agar dapat menopang 8 segmen di atasnya yang dibuat bak tumpuk menumpuk. Delapan segmen yang memiliki bentuk sama ini dipisah masing-masing 8 lantai. Angka 8 tidak dipilih asal, melainkan karena dianggap sebagai angka keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.

Pendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencuri perhatian dunia setelah melakukan pendakian solo tanpa tali pengaman di Gedung Pencakar Langit Taipei 101, Taiwan. Aksi berisiko tinggi tersebut dilakukan di salah satu bangunan tertinggi di dunia dan langsung memicu decak kagum sekaligus kekhawatiran publik. REUTERS/Ann WangPendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencuri perhatian dunia setelah melakukan pendakian solo tanpa tali pengaman di Gedung Pencakar Langit Taipei 101, Taiwan. Aksi berisiko tinggi tersebut dilakukan di salah satu bangunan tertinggi di dunia dan langsung memicu decak kagum sekaligus kekhawatiran publik. REUTERS/Ann Wang Foto: REUTERS/Ann Wang

ADVERTISEMENT

Semakin ke atas, bentuk gedung semakin ramping dan mengerucut. Bagian ini disebut menara puncak dan berada di segmen kesembilan gedung tersebut. Fungsi bentuk gedung yang tidak ramping dan lurus karena untuk menjaga gedung agar tetap berdiri kokoh dan tidak terpengaruh pada angin kencang atau topan.

Muka bangunan pun tidak dibuat polos dengan lapisan kaca saja. Arsiteknya menambahkan bergaris-garis menyerupai bambu dan pagoda. Selain itu, jendela kaca berwarna hijau melengkapi tampilan menara yang berbentuk bambu.

Lalu pada bagian tengah dan ujung-ujung gedung terdapat ornamen 'Ruyi' yang berbentuk melengkung dan seperti jimat. Bentuk ini bermakna kepuasan dalam seni Tiongkok. Ada pula gambar kepala naga hias pada beberapa titik. Ornamen tersebut dimanfaatkan oleh Alex sebagai bagian pijakan.

Bangunan ini hampir seluruh sisinya ditutupi dengan kaca. Untuk membersihkan seluruh permukaannya disebut membutuhkan 3 bulan lho. Sebab, jumlahnya mencapai 17.000 jendela. Hal yang membuat lama juga karena biasanya jendela tersebut dibersihkan secara manual oleh petugas.

Memiliki Teknologi Kebal Gempa dan Topan

Menara Taipei 101Menara Taipei 101 Foto: Trisna Wulandari/detikcom

Bukan hanya arsitektur luarnya saja yang dibuat mendetail oleh arsitek lokal, C.Y. Lee & Partners, gedung ini juga dilengkapi dengan teknologi anti gempa.

Taipei 101 yang memiliki 101 lantai ini berdiri di kawasan seismik aktif dan vulkanik aktif di sepanjang Cincin Api Pasifik sehingga dibutuhkan struktur yang kuat terhadap gempa bumi. Dilansir Business Insider di dalam gedung terdapat sebuah bola peredam yang dapat meredam pergerakan gedung hingga 40 persen, menurut perusahaan yang membuat peredam tersebut, A+H Tuned Mass Dampers.

Batas kemampuan menahan getaran gempa adalah hingga 9 skala Richter. Bola besar tersebut bisa dilihat dari dekat melalui dek yang berada di lantai 88.

Selain itu, dilansir CTBUH Research Paper, lokasi proyek pembangunan gedung ini juga berada di batuan yang lunak sehingga dibuat lapisan tanah liat dan batuan keras setebal 40 hingga 60 meter sebelum dibangun.

Lalu, untuk mengatasi angin kencang, dibuat pusaran angin khusus dan memotong sudut gedung dengan kemiringan 45 derajat untuk mengurangi dampak dari angin berkekuatan besar, seperti topan.

Jika dilihat secara detail, pembuatan gedung ini tidak main-main. Arsitek bukan hanya ingin mewujudkan gedung tertinggi di dunia pada masa itu, mereka juga ingin membangun bangunan yang aman dari perubahan cuaca dan bencana alam.

Alex Berhasil Sampai di Puncak Taipei 101

Pendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencuri perhatian dunia setelah melakukan pendakian solo tanpa tali pengaman di Gedung Pencakar Langit Taipei 101, Taiwan. Aksi berisiko tinggi tersebut dilakukan di salah satu bangunan tertinggi di dunia dan langsung memicu decak kagum sekaligus kekhawatiran publik. REUTERS/Ann WangPendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencuri perhatian dunia setelah melakukan pendakian solo tanpa tali pengaman di Gedung Pencakar Langit Taipei 101, Taiwan. Aksi berisiko tinggi tersebut dilakukan di salah satu bangunan tertinggi di dunia dan langsung memicu decak kagum sekaligus kekhawatiran publik. REUTERS/Ann Wang Foto: REUTERS/Ann Wang

Alex Honnold berhasil mencapai puncak gedung setinggi 508 meter dalam 92 menit atau 1 jam 32 menit, menurut CNN. Aksi menegangkan ini dengan hanya mengandalkan kantung kapur untuk membantu cengkeraman. Perjuangannya disiarkan langsung oleh Netflix pada Minggu (25/1/2026).

Ini bukan pengalaman pertamanya. Ia telah berkecimpung di bidang ini selama hampir dua dekade, sejak usianya memasuki 20 tahunan. Beberapa medan yang didakinya juga berhasil dilewati tanpa tali pengaman.

Berkat keberhasilannya ini, ia mendapat rekor baru sebagai pendaki free-solo pertama yang menaklukan Gedung Taipei 101.

Honnold menggambarkan pendakian itu tidak terlalu menantang atau rumit dibandingkan dengan formasi batuan dan gunung biasa yang mereka daki. Gedung tersebut memiliki struktur logam, tepian, dan balok yang dapat dipegang.



(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads