Di beberapa belahan dunia, ada kota-kota yang dibangun dengan warna senada dan itu merupakan bagian dari ciri khas arsitektur tempat tersebut. Salah satu contohnya adalah Ibu Kota Armenia, Kota Yerevan yang terkenal sebagai 'kota pink' karena bangunan di sana banyak yang berwarna merah muda.
Warna ini bukan dari cat dinding, melainkan memang warna alami dari material bangunan yang dipakai. Kota ini mendapat karunia kekayaan alam, berupa batu vulkanik. Dilansir Suitcase Magazine, batu tersebut bernama tufa vulkanik yang warnanya merah muda seperti pink karang atau pink salmon yang begitu muda dan agak samar.
Bangunan-bangunan yang memakai batu vulkanik tersebut adalah Republic Square atau Alun-alun Republik Yerevan, Museum Sejarah Armenia, Galeri Nasional, hingga Gedung Pemerintah yang mengelilingi alun-alun. Uniknya jika dilihat dari dekat, batuan tersebut tidak hanya terlihat pink, melainkan ada pula yang tampak kuning muda, tetapi saat dilihat dari jauh warna yang paling keluar adalah pink.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunikan kota ini bukan hanya pada warna bangunannya yang khas, melainkan arsitektur dan tata kotanya.
Menurut laporan Armen Press, julukan kota pink muncul pada abad ke-20, selama rekonstruksi Soviet. Arsitek Alexandre Tamanian (1878-1936) yang bertanggung jawab atas perancangan ulang kota pada tahun 1920-an dan 1930-an, memilih untuk menjadikannya simbol harmoni perkotaan dengan mempromosikan penggunaan batu ini secara luas di jalan-jalan besar dan alun-alun pusat.
Kota Yerevan, Armenia Foto: via Visit Yerevan |
Dilansir Forbes, jasanya yang besar bagi Armenia, khususnya di Yerevan, Alexander Tamanian sampai dibuatkan monumen penghormatan. Ia adalah arsitek yang pindah ke Yerevan untuk membuat rencana kota modern.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah Gedung Opera Armenia yang didirikannya pada 1933 berbentuk bundar dengan fasad penuh dengan pintu dan jendela dengan ujung bundar.
Selama hidup, Alexander Tamanian pernah menjadi Kepala Arsitek Republik Armenia Pertama yang telah menciptakan mahakarya bergaya neoklasik yang sangat khas pada abad pertengahan. Karya Alexander Tamanian telah meletakkan dasar bagi arsitektur Armenia baru yang dikenal sebagai "Sekolah Tamanian".
Rencana induk perkotaan Tamanian atas tata ruangnya bukan hanya menakjubkan untuk dilihat. Rencana megah Tamanian untuk Gedung Opera dan Balet di Yerevan telah dianugerahi Medali Emas di Pameran Internasional Seni dan Teknologi dalam Kehidupan Modern yang diadakan di Paris, Prancis pada tahun 1937. Sayangnya, Tamanian tidak sempat menyaksikan penghargaan tersebut karena sudah tutup usia.
Atas rancangannya untuk Gedung Pemerintah di Yerevan, Alexander Tamanian juga dianugerahi Penghargaan Stalin secara anumerta pada tahun 1942.
(aqi/das)











































