Emte Respons 'Longsornya' Hidup Lewat Eksibisi Mini Road to ICAD 2026
Seniman asal Jakarta yang memulai kariernya di akhir dekade 90-an, besar dalam kondisi kota metropolitan yang gak pasti. Ia terbiasa bersiasat, eksperimen, dan negosiasi yang terlihat dalam karya-karyanya.
Emte mengatakan praktik kerja seniman terus eksplorasi dan belajar hal-hal baru. Sepanjang kariernya, batasan itu sudah mulai kabur.
"Berekspresi, berkarya, dan mengkomunikasikan pesannya kepada publik. Kalau dibilang eksplorasi sampai sekarang, saya terus mencoba hal-hal baru yang gak pernah dilakukan sebelumnya," ungkap Emte saat membuka pamerannya di grandKemang Hotel, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5/2026).
Pameran Seni Emte di Road to ICAD 2026 Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom |
Dalam eksibisi kali ini, Emte menghadirkan dua seri karya. Ada Pixel Deep yang mempertanyakan batas privat dan publik lewat figur-figur yang selfie, yang uniknya dipajakan seperti dagangan pasar. Kamu yang suka dengan seri ini, bisa langsung dibayar dan dibawa pulang.
Seri terbaru adalah Landslide atau Longsor yang ada totalnya 38 karya seni. Landslide membaca lintasan karier dan kehidupannya melalui metafora bencana longsor.
"Hidup ini gak pasti kan, untuk mengatasi ketidakpastian saya bikin commission work, launching buku, solo exhibition, desainer grafis, macem-macem deh," ucapnya.
Pameran Seni Emte di Road to ICAD 2026 Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom |
"Kalau dilihat seri Landslide punya pola bentuk yang sama. Longsor yang sama, ada kontur miring yang sama, makanya judulnya dari si longsor itu. Warna-warnanya macem-macem, beragam, menggambarkan gue sebagai seniman yang gak stabil juga," terang Emte.
Menurut Emte, jadi seorang seniman harus flkesibel. Gak harus setiap saat jadi ilustrator terus-terusan. Dalam berbagai project, ia dituntut mengeksplorasi hal-hal baru dan berganti profesi terus-terusan namun dalam ranah yang sama yakni menggambar.
Festival Director of ICAD, Edwin Nazir mengatakan ini pertama kalinya ia membuat mini eksibisi 'Road to ICAD'.
"Ini adalah serial pertama, nantinya akan ada dua seri pendahuluan. Seri kedua, ada satu seniman lagi di bulan mendatang, jadi pameran ini sebagai pendahuluan sebelum event besar, karya-karya Mas Emte juga akan ada lagi di bulan Oktober dengan bentuk yang lain," pungkasnya.
(tia/pus)













































