K-Drama

Kontroversi Drakor Perfect Crown, IU-Byeon Woo Seok Minta Maaf

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Drama Korea Perfect Crown.
Foto: dok. MBC
Jakarta - Drama Korea Perfect Crown kena kontroversi lagi. Setelah sempat dirujak penonton karena adegan kebakaran di Kerajaan, kini adegan naik takhta Pangeran Agung Ian jadi subjek kemarahan.

Di episode 11 yang tayang 15 Mei lalu, penonton mengkritik keputusan kreatif sutradara dan penulis skenario dalam penulisan dialog. Soalnya dialog yang ditayangkan ngasih kesan kalau monarki dalam drakor Perfect Crown ada di bawah kekuasaan Tiongkok.

Dua Kontroversi Drakor Perfect Crown Episode 11

Ada beberapa hal yang disoroti penonton. Pertama ketika Ian dinobatkan sebagai Raja. Dalam upacara naik takhta, sutradara memilih pakai dialog 'Cheonse' bukan 'Manse'.

Kalau kamu nonton drakor sageuk lain, mungkin sudah akrab dengan teriakan 'Manse' buat ngasih dukungan ke Raja. Meski artinya sama-sama harapan buat sejahtera selama berkuasa dalam waktu yang lama, tapi konteks dua kata tersebut beda.

Dilansir dari Soompi pada Senin (18/5/2026), 'Cheonse' berarti seribu tahun, digunakan oleh kerajaan yang ada di bawah kekuasaan raja lain (dalam hal ini Tiongkok).

'Manse' berarti 10 ribu tahun, digunakan sebagai simbol kerajaan atau negara yang merdeka.

Hal yang disoroti kedua adalah kostum Ian. Saat upacara naik takhta, penonton menemukan detail yang konsisten mengisyaratkan kerajaan dalam Perfect Crown adalah bagian dari Tiongkok, bukan kerajaan atau negara yang merdeka dan independen.

Ian mengenakan guryumyeonryugwan (mahkota yang digunakan kerajaan bawahan) alih-alih shipimyeonryugwan (mahkota yang dipakai buat kerajaan dari negara yang independen).

Dua Pemeran Utama Perfect Crown Minta Maaf

Drama Korea Perfect Crown.Drama Korea Perfect Crown. Foto: dok. MBC

IU yang memerankan Seong Huiju dan Byeon Woo Seok pemeran Ian meminta maaf atas kontroversi ini. Keduanya menulis lewat akun media sosial pribadi, mengakui bahwa yang ditampilkan di layar merupakan keteledoran.

"Sebab ini adalah drama yang menekankan pentingnya menyampaikan imajinasi yang berakar pada sejarah kita sendiri dan keindahan tradisional Korea, seharusnya saya membaca naskahnya lebih saksama dan belajar lebih banyak sebagai aktor, tetapi saya tidak melakukannya, dan saya malu akan hal itu. Saya tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang isu-isu tersebut sebelumnya. Saya minta maaf," tulis IU.

"Dalam proses pembuatan film dan akting dalam drama ini, saya kurang mempertimbangkan konteks sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana hal itu akan diterima oleh para penonton. Melalui kata-kata para penonton, saya terdorong untuk merenung dan introspeksi diri, dan sebagai seorang aktor, saya sekali lagi menyadari bahwa saya perlu mendekati pekerjaan saya dengan tanggung jawab yang lebih besar, mempertimbangkan tidak hanya akting tetapi juga pesan dan konteks yang dibawa oleh produksi tersebut. Saya dengan tulus meminta maaf," tulis Byeon Woo Seok.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO