Ghost In The Cell, Instalasi Seni Bernuansa Horor Kritik Sistem Sosial
Pradita Utama
|
detikPop
Jakarta - Pameran Macabre Art Installation Ghost In The Cell digelar di kawasan Blok M, Jakarta. Instalasi bernuansa horor ini memadukan seni visual dan kritik sosial.
Sejumlah pengunjung menikmati karya seni instalasi dalam pameran Macabre Art Installation Ghost In The Cell di Nirmana Falatehan, kawasan Blok M, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Pameran ini merupakan kolaborasi seniman dengan sutradara film horor Indonesia, Joko Anwar.
Pameran tersebut terinspirasi dari film Ghost In The Cell yang mengangkat isu ketakutan, tekanan, hingga kritik terhadap sistem sosial. Pesan itu disampaikan melalui pendekatan visual yang simbolis dan surealis.
Berbagai instalasi menghadirkan ruang gelap, suara atmosferik, dan elemen menyerupai sel penjara. Pengunjung tampak mengamati detail karya sambil mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.
Nuansa horor psikologis khas Joko Anwar terasa kuat di setiap sudut ruangan. Tata cahaya redup dan efek audio menciptakan pengalaman imersif bagi pengunjung.
Selain menjadi ruang apresiasi seni, pameran ini juga memuat kritik sosial. Sejumlah karya menggambarkan simbol kekuasaan, manipulasi, hingga keterbatasan kebebasan individu.
Pengunjung terlihat antusias berkeliling dari satu instalasi ke instalasi lain. Tak sedikit yang berdiskusi mengenai makna tersembunyi di balik karya yang dipamerkan.
Kolaborasi dunia perfilman dan seni instalasi dinilai menghadirkan pengalaman berbeda bagi penikmat seni di Jakarta. Unsur sinematik membuat pesan karya terasa lebih emosional dan mendalam.
Kehadiran pameran di kawasan Blok M juga menjadi alternatif hiburan akhir pekan bagi masyarakat urban. Para seniman berharap publik tak hanya menikmati visual, tetapi juga memahami pesan sosial yang disampaikan.