Wonder Man: Serial MCU Yang Menyegarkan
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Tidak seperti kisah tentang Nick Fury atau Bucky Barnes, saya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Wonder Man. Siapa dia, apa kekuatannya, kenapa dia penting.
Tapi ternyata serial buatan Andrew Guest dan Destin Daniel Cretton-yang bertanggung jawab atas film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings-memberikan kejutan yang tak terkira.
Tokoh utama Wonder Man adalah Simon Williams (Yahya Abdul-Mateen II) yang ambisius. Dia menganggap profesinya maha penting sampai mengganggu orang-orang yang di sekitarnya.
Passion-nya terhadap seni peran sampai membuatnya dipecat dari American Horror Story. Kesialan Simon tidak berhenti di sana.
Hari itu kekasihnya memutuskan untuk putus dan Simon tidak memiliki pilihan lain selain menghibur dirinya dengan pergi ke bioskop.
Di bioskop Simon bertemu dengan Trevor Slattery (Ben Kingsley), aktor yang sempat menggegerkan dunia karena dia memerankan The Mandarin, salah satu musuh legendaris Iron Man.
Cuplikan adegan serial Wonder Man (2026). Foto: Dok. Disney |
Simon-yang mencintai sinema sebesar cintanya terhadap seni peran-langsung ngobrol dengan Trevor. Lalu Trevor mengatakan bahwa dia sedang casting untuk film Wonder Man yang menurut Simon adalah peran yang diciptakan untuknya.
Simon pun melakukan segala atraksi untuk bisa hadir di casting tersebut. Dan ternyata bantuan Trevor saat dia overthingking membuatnya berakting lebih santai. Dalam waktu singkat Simon mendapatkan sahabat baru. Kalau saja dia tahu bahwa Trevor mempunyai agenda lain.
Review:
Jujur, saya bahkan tidak tahu kapan saya menyaksikan serial TV dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Yang terakhir saya ingat adalah betapa mengecewakannya The Falcon and the Winder Soldier dan Secret Invasion.
Sepertinya setelah itu saya tidak tertarik lagi untuk update serial dari MCU... sampai akhirnya muncul Wonder Man.
Kalau kamu mencintai MCU dan berharap bahwa Wonder Man adalah sebuah serial superhero seperti kebanyakan serial MCU yang lain, silahkan untuk kecewa.
Wonder Man memang mempunyai tokoh utama pahlawan super. Dan tentu saja ada adegan dimana pahlawan super tersebut menunjukkan kekuatannya.
Tapi Wonder Man adalah sebuah buddy comedy antara dua aktor. Ini adalah sebuah kisah persahabatan dua lelaki yang sangat menjunjung tinggi seni peran. Wonder Man adalah surat cinta terhadap Hollywood.
Cuplikan adegan serial Wonder Man (2026). Foto: Dok. Disney |
Dan berita bagusnya adalah Wonder Man mempersembahkan itu semua dengan tulus.
Ini mungkin pertama kalinya bagi MCU untuk bercerita tentang pahlawan yang kesepian. Baik Trevor dan Simon adalah orang-orang yang kesepian.
Simon sadar bahwa mimpinya menjadi aktor besar bagi sebagian orang terlihat seperti mimpi yang tak akan bisa dia capai.
Trevor juga sama. Ia menggunakan semua kesempatan yang ada untuk ngobrol dengan orang. Sekedar untuk memiliki koneksi dengan orang lain adalah hal yang sulit bagi keduanya. Itulah kenapa ketika akhirnya mereka berdua bertemu dan berkoneksi, keduanya langsung merasa cocok.
Cuplikan adegan serial Wonder Man (2026). Foto: Dok. Disney |
Sebagai sebuah serial superhero, serial ini memiliki stakes yang sangat rendah. Pertanyaannya adalah apakah Simon bisa mendapatkan peran yang dia inginkan.
Seharusnya dengan kemampuan akting Simon yang mumpuni, ia bisa saja mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Tapi kreator Wonder Man memberikan dua halangan yang jelas.
Satu, Simon adalah orang yang terlalu overthinking. Dua, orang-orang tidak boleh tahu kalau Simon adalah superhero-latar belakang soal kasus ini dijelaskan dengan jelas di episode 4 berjudul Doorman yang sangat fantastis.
Dan disinilah pondasi hubungan antara Simon dan Trevor menjadi penting dalam misi mendapatkan peran tersebut. Trevor adalah orang yang tahu bagaimana melatih Simon untuk tidak emosional-ketika Simon terlalu emosional, kekuatannya muncul.
Dengan approach yang lebih drama daripada produk MCU yang lain, tentu saja Wonder Man menjadi makanan yang enak bagi aktornya untuk eksplorasi. Yahya Abdul-Mateen II dan Ben Kingsley tidak hanya bisa pamer akting tapi mereka juga terlihat sangat bersenang-senang.
Cuplikan adegan serial Wonder Man (2026). Foto: Dok. Disney |
Keduanya memiliki chemistry yang sangat baik sehingga semua perjalanan emosi antara Simon dan Trevor berhasil diterjemahkan dengan baik. Bahkan ketika Wonder Man menutup serialnya dengan ending yang terasa klise, momen tersebut tetap terasa hangat dan fenomenal berkat permainan mereka yang asyik.
Saya tahu Wonder Man bukan untuk semua orang. Tidak semua orang peduli tentang eksplorasi seni akting. Tidak semua orang peduli dengan bisnis Hollywood.
Tapi bagi orang yang agak bosan menyaksikan cerita superhero yang begitu-begitu saja, Wonder Man adalah sebuah angin segar yang patut dirayakan.
| Genre | Action, drama |
| Runtime | 26 - 36 minute/8 episode |
| Release Date | 27 January |
| Production Co. | Marvel Television |
| Director | Destin Danie Cretton Andrew Guest |
| Writer | Andrew Guest |
| Cast | Yahya Abdul-MAteen II as Simon Williams X Mayo as Janelle Jackson Zlatko Buric as Von Kovak Ben Kingsley as Trevor Slattery |
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.















































