Greenland 2: Migration, Sekuel Yang Tidak Mengecewakan

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

4/5

AUDIENCE RATING

-
Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026).

Sinopsis:

Di film pertamanya, John Garrity (Gerard Butler) menjadi salah satu orang yang mendapatkan privilege yang bisa selamat dari komet yang menghancurkan Bumi. Ia berhasil memboyong istrinya, Allison (Morena Baccarin) dan anaknya Nathan (Roger Dale Floyd) ke bunker meskipun mereka harus melewati begitu banyak hal dramatis-dan traumatis-untuk bisa sampai ke sana.

Film pertamanya berakhir dengan sedikit harapan bahwa kita bisa lanjut hidup. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah bagaimanakah caranya untuk bertahan?

Greenland 2: Migration langsung melanjutkan apa yang terjadi setelah film pertamanya. Hal pertama yang dibahas tentu saja adalah kenyataan bahwa hidup di bunker tidak seindah seperti yang mereka pikir. Banyak orang masih trauma dengan kejadian tersebut-dan karena itulah pemerintah menyediakan konseling bagi semua warga selamat yang masih teringat dengan kejadian tersebut.

Meskipun situasi di bunker tidak ideal, John dan keluarganya mencoba untuk bertahan. Hidup di luar bunker bukan pilihan. Udaranya beracun, belum lagi komet-komet kecil yang masih hobi berjatuhan.

Tapi tentu saja sekuel film bencana tidak mungkin akan terus-terusan menaruh karakternya di dalam bunker. John bersama keluarganya memutuskan untuk meninggalkan bunker dan pergi ke Eropa yang konon bisa menjadi tempat tinggal baru yang relatif normal.

Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026).Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026). Foto: Dok. Lionsgate

Perjalanan ini tidak semudah yang mereka pikir. Karena selain kondisi Bumi yang sudah berbeda, mereka menemukan hal yang baru: kemanusiaan yang rusak karena sudah tidak ada lagi harapan untuk kembali normal.

Review:

Disutradarai oleh Ric Roman Waugh, Greenland adalah salah satu kejutan yang menyenangkan saat pandemi. Film bencana mempunyai tendensi untuk menjadi film hiburan total-dalam artian yang sebenar-benarnya. Pembuat film-film bergenre sejenis ini biasanya hanya ingin menghibur penonton dengan menampilkan berbagai kota besar yang luluh lantak karena bencana-entah bencana alam atau kehadiran alien seperti dalam Independence Day.

Tapi Greenland berhasil menawarkan sesuatu yang menarik. Ia berusaha untuk mengeksplorasi tentang kemanusiaan di situasi yang buruk. Greenland memang masih menampilkan adegan sensasional khas film bencana. Tapi yang membuat film itu menjadi menarik adalah bagaimana ia memaksa penonton untuk melihat perjuangan keluarga tokoh utamanya untuk selamat sampai tujuan.

Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026).Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026). Foto: Dok. Lionsgate

Di sekuelnya ini-masih ditulis oleh Chris Sparling, kali ini menulis bersama dengan Mitchell LaFortune-Greenland 2: Migration masih mempertahankan apa yang ada di film pertamanya. Bahkan mungkin lebih karena film ini menggarisbawahi tentang relasi manusia pasca bencana.

Seperti film pertamanya, Greenland 2: Migration memang masih mencoba menarik penonton dengan adegan-adegan bencana yang kali ini melibatkan tsunami, tapi secara keseluruhan film ini adalah tentang bertahan hidup. Salah satu hal yang membuat film ini nyaman untuk ditonton adalah penulis filmnya tahu membuat karakter yang memaksa penonton untuk peduli dengan nasib mereka.

John, Allison dan Nathan adalah trio yang bisa diandalkan karena segila apapun rintangan yang harus mereka hadapi, mereka tetap lanjut sampai garis finish. Tentu saja Greenland 2: Migration membutuhkan karakter-karakter lain yang didesain untuk membuat hubungan ketiga karakter utama ini diuji.

Itulah sebabnya sepanjang karakter keluarga ini akan menemui karakter-karakter baru sebelum skrip meminta mereka untuk tewas. Dari segi penyutradaraan, Rich Roman Waugh masih bisa diandalkan untuk membuat adegan-adegan yang membuat saya deg-degan.

Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026).Cuplikan adegan dalam film Greenland 2: Migration (2026). Foto: Dok. Lionsgate

Ia menggunakan handheld camera dengan efektif-sensasinya sangat terasa apa lagi ketika disaksikan di layar besar. Yang membuat Greenland 2: Migration menarik bukan adegan-adegan standar seperti ketika badai petir hadir. Yang membuat film ini menggigit justru ketika adegan-adegannya sederhana seperti ketika John dan keluarganya harus menyebrangi jembatan yang rapuh.

Greenland 2: Migration adalah sebuah sekuel yang memuaskan, terutama jika kamu menyukai filmnya. Film ini mungkin bukan film yang akan kamu ingat terus, tapi sebagai sebuah hiburan awal tahun, petualangan keluarga Garrity ini cukup bisa dinikmati sebagai refleksi.

Kalau ada satu hal yang lebih kuat dari rasa takut, itu adalah harapan. Dan Greenland 2: Migration akan mengingatkanmu soal hal itu.

Genreaction, thriller, disaster
Runtime98 minute
Release Date6 January
Production Co.STXfilms
Anton
Thunder Road
G-BASE Film Production
DirectorRic Roman Waugh
WriterMitchell LaFortune
Chris Sparling
CastGerard Butler as John Garrity
Morena Baccarin as Allison Garrity
Roman Griffin Davis as Nathan Garrity
Amber Rose Revah as Dr. Amina

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE