Scream 7: Ghostface Yang Mulai Basi

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

2/5

AUDIENCE RATING

-
Scream 7

Sinopsis:

Sidney Prescott (Neve Campbell) harusnya hidup dengan tenang di Pine Grove. Tapi tentu saja hal itu tidak pernah akan terjadi selama orang yang terobsesi dengan kisah hidupnya-atau adaptasi film dari kisah hidupnya, serial Stab-tetap mengelilinginya.

Dalam Scream 7, Sydney berusaha keras untuk memberikan hidup yang baik bagi anaknya, Tatum (Isabel May), tapi sayangnya sang anak tidak melihat itu. Tatum berulang kali mencoba menguak soal masa lalu Sydney tapi sang ibu menolak untuk membahas masa lalunya yang penuh dengan mayat.

Semuanya berjalan dengan baik-baik saja sampai akhirnya Sydney mendapatkan telpon misterius. Wajah dari masa lalu muncul dan menerornya. Ini sudah kesekian kalinya Sydney berhubungan dengan Ghostface dan kali ini ia tidak pernah main-main. Mayat kembali bertebaran di Pine Grove.

Pertanyaannya masih sama: siapa orang kurang kerjaan yang meneror ketenangan Sydney lagi?

Review:

Serial Scream sebenarnya adalah salah satu serial slasher yang menurut saya paling berhasil. Di saat semua serial akhirnya melakukan hal yang sama-dan pada akhirnya serial ini juga melakukan déjà vu berkali-kali-serial yang memperkenalkan teror Ghostface ini selalu berhasil menampilkan sesuatu yang baru.

Scream 7 (2026).Scream 7 (2026). Foto: Dok. Paramount Pictures

Pembuatnya selalu tahu bagaimana cara mempermainkan konvensi dalam genre ini sehingga sajian akhirnya selalu segar dan menarik. Scream 4 menurut saya adalah salah satu entry yang menarik. Tidak hanya semua punggawa filmnya hadir kembali-Wes Craven di kursi sutradara dan Kevin Williamson di kursi penulis-film ini berhasil membuat masuk akal jarak sekian tahun yang berlalu setelah film ketiga.

Twist-nya tidak hanya masuk akal tapi argumennya tentang remaja yang terlalu terobsesi dengan ketenaran terasa sangat masuk akal-apa lagi kalau kita mengaplikasikannya di zaman sekarang. Dua sekuelnya yang disutradarai oleh Radio Silence-Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett-juga berhasil melakukan hal yang sama.

Ia berhasil menambahkan ramuan baru yang membuat teror Ghostface terasa masuk akal. Karakter yang masih fresh, peraturan yang baru-yang dipengaruhi dengan lanskap sinema yang juga berubah-dan cara menakut-nakuti yang efektif membuat dua sekuel ini menjadi sesuatu yang ditunggu.

Sayang sekali pemilik intellectual property serial ini memilih memecat aktornya karena mendukung Palestina sehingga Scream 7 tidak lagi melanjutkan kisah Sam (Melissa Barrera) dan Tara (Jenna Ortega) tapi kembali merayu Sydney untuk kembali diteror oleh Ghostface.

Scream 7 (2026).Scream 7 (2026). Foto: Dok. Paramount Pictures

Dari segi cerita- Scream 7 ditulis oleh Kevin Williamson dan Guy Busick-ini adalah entry Scream yang paling lemah. Bahkan lebih lemah dari Scream 3 yang menghadirkan ibu Sydney sebagai setan. Banyak sekali momen yang dipaksakan ada hanya untuk membuat plotnya berjalan.

Hubungan antar karakternya juga sangat tipis padahal hal ini sangat krusial dalam serial Scream. Berbeda dengan serial slasher lainnya dimana pembunuhnya selalu jelas, kenikmatan menonton Scream adalah menebak siapa di antara orang-orang ini yang ternyata haus darah.

Itu sebabnya koneksi antar satu karakter menjadi penting. Pacar bisa menjadi pembunuh. Sahabat dekat bisa jadi temannya untuk membunuh. Dalam Scream 7 kita tidak sempat untuk kenal dekat dengan karakter-karakternya untuk bisa tahu apakah menebak apakah mereka pembunuhnya.

Karakter-karakter film ini terasa seperti karikatur sehingga ketika mereka mati, kita tidak merasakan apa pun. Tidak hanya plot yang bolong, penyutradaraan Kevin Williamson juga kurang menggigit. Dibandingkan dengan maestro Wes Craven atau Radio Silence yang penuh energi, kreasi Williamson ini terasa kalah jauh.

Scream 7 (2026).Scream 7 (2026). Foto: Dok. Paramount Pictures

Film ini lesu dan terlalu buas pada saat yang bersamaan. Jumpscare-nya semua bisa ditebak dengan mudah. Permainan robot Ghostface di awal film memang menjanjikan tapi hasil akhirnya kurang seram. Dan dibandingkan dengan film-film Scream lain, film ini terasa paling brutal dalam adegan pembunuhannya tapi tidak tahu tujuannya apa.

Ghostface tidak dikenal sebagai pembunuh yang kreatif. Ia hanya bisa menusuk-dan dalam Scream 6, ia memegang pistol karena salah satu pelakunya adalah polisi. Dalam Scream 7, kita menyaksikan Ghostface membakar orang dan menusuk kepala orang ke benda lancip.

Kekerasan yang berlebihan ini terasa seperti usaha untuk menutupi kurangnya ketegangan yang bisa dibangun oleh Williamson. Begitu Sydney akhirnya menemukan si pembunuhnya dan mereka adu silat, jelas sudah bahwa serial ini menemukan gang buntu di film ini.

Semua jenis skenario sudah di-explore oleh film-film Scream lain. Tidak ada lagi alasan yang masuk akal kenapa Sydney terus diburu. Biarkan ia istirahat agar serial ini tetap berbau harum, sebelum akhirnya membusuk dan dilupakan.

Genreslasher,action
Runtime114 minute
Release Date27 February
Production Co.Spyglass Media Group
Project X Entertainment
DirectorKevin Williamson
WriterJames Vanderbilt
Guy Busick
CastNeve Campbell as Sidney Prescott
Isabel May as Tatum Evans
Jasmin Savoy Brown as Mindy Meeks-Martin
Mason Gooding as Chad Meeks-Martin
Anna Camp[9] as Jessica Bowden

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE