In The Grey: Serunya Nagih Utang
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Kisah In The Grey berpusat pada sebuah tim rahasia yang beroperasi di luar batas teritorial. Mereka bukan agen intelijen yang bekerja untuk pemerintah suatu negara. Mereka bekerja di balik bayang-bayang kekuatan global.
Ketika seorang diktator kejam mencuri kekayaan miliaran dolar, kelompok tersebut diberi misi yang hampir mustahil. Yakni mendapatkan kembali uang tersebut sebelum situasi berubah menjadi kekacauan internasional.
Henry Cavill berperan sebagai Sid, seorang agen dengan skill tempur dan negosiasi luar biasa. Ia memimpin misi dengan ketelitian yang terhitung dan kepercayaan diri yang dingin.
Jake Gyllenhaal berperan sebagai Bronco, anggota tim yang kepribadiannya yang agresif dan tidak terduga. Kontras dengan Sid. Kemitraan mereka diharapkan menjadi salah satu dinamika utama film ini. Terutama karena misi tersebut semakin berbahaya.
Sementara itu, Eiza Gonzalez berperan sebagai Rachel Wild, agen yang bertugas mencarikan job buat Sid dan Bronco. Dalam salah satu adegan trailer, Rachel terlihat bernegosiasi dengan calon klien. Senyum manisnya punya kekuatan menggertak.
Review:
Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Guy Ritchie selama pandemi tapi yang jelas setelah 2019 (dimana Ritchie merilis Aladdin dan The Gentleman), Ritchie menjadi sangat rajin merilis film. Di tahun 2021 ia merilis Wrath of Man lalu Operation Fortune, The Covenant, The Ministry of Ungentlemanly Warfare dan Fountain of Youth yang dirilis di Apple TV. In The Grey, karya terbarunya, menghadirkan tiga bintang seksi: Henry Cavill, Jake Gyllenhaal, dan Eiza Gonzales untuk memeriahkan musim panas ini.
Poster film In The Grey Foto: Dok.IMDb |
Set-up-nya sederhana: Rachel (Eiza Gonzales) menyediakan jasa penagih hutang kepada para bank yang mau menagih hutangnya kepada orang-orang yang nakal. Tentu saja jangan bayangkan debt collector seperti yang kita kenal selama ini. In The Grey adalah film yang ditulis dan disutradarai oleh Guy Ritchie. Tentu saja penagih hutang dalam film ini mempunyai tim khusus yang ahli komputer dan orang-orang seperti Henry Cavill yang bisa menyetir dan menembak orang dengan tenang.
Dengan bayaran yang tidak sedikit, Rachel akhirnya diminta untuk menagih hutang Manny Salazar (Carlos Bardem), pengusaha yang kaya raya tapi memang sedikit bandel. Rachel pun menggunakan Sid (Henry Cavill) dan Bronco (Jake Gyllenhaal) dan timnya yang lain untuk mengganggu hidup Salazar. Dari mengambil pesawat jet pribadinya sampai menyusup ke kantor anak buahnya, Rachel tidak akan membiarkan hidup Salazar baik-baik saja.
Beberapa sutradara memang memiliki ciri khas yang terlalu kuat sehingga kita sebagai penonton langsung tahu kira-kira apa yang kita dapatkan saat menyaksikan filmnya. Nolan mengandalkan kemampuan teknisnya dan caranya bertutur yang tidak biasa untuk menarik penonton. Tarantino mempunyai hobi mengoyak-ngoyak sejarah. David Fincher dengan obsesi terhadap kegelapan jiwa manusia. Dan Gerwig dengan sentuhan feminisnya. Guy Ritchie, terobsesi dengan orang keren. Dari Lock, Stock and Two Smoking Barrels sampai In The Grey, benang merahnya selalu sama: keren.
Kekerenan ini muncul di semua aspek. Karakter-karakter Guy Ritchie selalu diperankan oleh aktor-aktor good looking-dan dalam kasus In The Grey, tidak ada yang lebih good looking daripada trio Cavill-Gylenhaal-Gonzales. Karakter-karakternya selalu berbicara dengan bahasa sendiri yang keren. Dan mereka tidak pernah kalah. Mereka selalu menang. Ending film Ritchie jaminan menghadiahkan penonton kebahagiaan yang penuh suka cita. Dan kadang kala kepastian ini menghasilkan sensasi menonton yang menyenangkan. Saya tidak pernah ragu saat menyaksikan film Ritchie. Saya tahu saya akan bersenang-senang.
In The Grey memang tidak memiliki cengkeraman seperti film-film Guy Ritchie di era 90-an. Film ini juga tidak sebandel film-film Ritchie di awal 2000-an. Karakternya tipis sekali. Yang penting mereka kelihatan keren bahkan kalau mereka berbicara dalam jargon yang terdengar sangat asing. Interaksi karakternya mungkin terasa palsu atau performatif. Sepanjang film bergulir, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara karakter Rachel merekrut karyawannya. Kenapa mereka semua good looking? Kenapa mereka semua sangat jago? Kenapa mereka tidak panik sama sekali?
Semua pertanyaan ini menjadi tidak penting karena dalam 97 menit, Ritchie menjamin penontonnya untuk tidak mati kebosanan. Dan kamu tidak akan bisa bosan karena Ritchie mengisi setiap jengkal menitnya dengan informasi dan keseruan. Kalau tidak eksposisi tentang karakter-karakternya, Ritchie mengajak penontonnya untuk melihat karakter-karakternya berlari, menembak atau kejar-kejaran. Tidak ada waktu untuk istirahat. Tidak ada waktu untuk berpikir. Karena kalau kamu menggunakan sedikit saja waktumu untuk berpikir, kamu akan sadar bahwa In The Grey tidak memiliki apa-apa selain wajah-wajah rupawan yang mencoba menipumu bahwa film ini memiliki cerita yang cerdik.
In The Grey dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
| Genre | Action, Drama, Thriller |
| Runtime | 1 jam 37 menit |
| Release Date | 15 Mei 2026 |
| Production Co. | Toff Guy, Yellow Cammel Studios, Black Bear |
| Director | Guy Ritchie |
| Writer | Guy Ritchie |
| Cast | Henry Cavill, Jake Gylenhall, Eiza Gonzalez |












































