Salmokji: Whispering Water, Kisah Menyeramkan Danau Angker
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Foto jalanan yang menampilkan sebuah danau mengharuskan sekelompok pekerja harus lembur di akhir pekan. Foto yang juga menampilkan danau tersebut menampilkan kepala misterius.
Penduduk setempat meminta semacam Google Maps untuk merekam ulang jalanan tersebut demi mengurangi kehebohan massa. Konon ada dua orang yang baru-baru ini juga menghilang dari danau tersebut.
Han Su-in (Kim Hye-yoon) si produser akhirnya mengajak krunya (Gyo-sil diperankan oleh Kim Jun-han, Gyeong-tae diperankan oleh Kim Young-sung, Gyeong-jun diperankan oleh Oh Dong-min, Seong-bin diperankan oleh Yoon Jae-chan dan Se-jeong diperankan oleh Jang Da-ah) untuk menunjungi Salmokji.
Mereka semua tidak tahu kalau siapa pun yang menginjakkan kaki di sana tidak akan pernah kembali.
Review:
Salmokji: Whispering Water hadir tanpa prasangka dan langsung mengguncang box office di Korea. Kabar terakhir melaporkan bahwa film yang ditulis dan disutradarai oleh Lee Sang-min ini mencapai angka sampai 2,6 juta penonton di Korea Selatan saja.
Di Indonesia, bioskop juga dipenuhi penonton yang penasaran dengan kisah danau angker ini. Pertanyaannya adalah apakah film ini benar-benar semenyeramkan yang dikatakan oleh orang-orang?
Salmokji: Whispering Water (2026). Foto: Dok. Ist |
Dari segi naratif, Salmokji: Whispering Water menawarkan sebuah premis sederhana yang gampang diikuti oleh semua orang. "Semua orang yang menyentuh air danau itu tidak akan kembali" adalah sebuah premis yang kuat.
Tambahkan satu karakter-dalam kasus ini adalah Se-jeong-yang punya ketertarikan lebih terhadap kasus supernatural dan Salmokji: Whispering Water langsung melaju dengan cepat untuk menakut-nakuti penonton.
Dengan durasi yang sangat bersahabat-hanya 95 menit-film ini memang bukan horor yang sempurna. Penggambaran karakternya masih karikatur. Tidak ada karakter yang benar-benar tiga dimensional.
Baca juga: Apex: Stresnya Diburu Orang Gila |
Semuanya masih mengikuti rumus kebanyakan film horor-ada yang skeptis, ada yang percaya, ada yang misterius. Selain itu, sejarah tentang danau dan ritual yang membuat karakter-karakternya pontang-panting juga tidak dijelaskan dengan baik. Entah apakah ini kesengajaan untuk membuat penontonnya sama-sama bingung seperti karakter-karakternya.
Tapi yang jelas, tidak sedikit orang yang pasti akan kebingungan dengan momen-momen menuju dan sesudah ending. Apa sebenarnya yang terjadi di danau ini? Kenapa ada arwah yang begitu marah?
Salmokji: Whispering Water (2026). Foto: Dok. Ist |
Tapi semua kekurangan itu agak dimaafkan karena sutradara Lee Sang-min tahu benar bagaimana mempersembahkan film ini. Ia tahu kapan waktunya untuk mengajak penonton waspada sebelum akhirnya ia mengeluarkan wujud hantunya.
Saking ahlinya Sang-min begitu ahli dalam membuat suasana angker, film ini sudah terasa menakutkan bahkan ketika matahari masih bersinar. Begitu Salmokji: Whispering Water sampai di ranah kegelapan, film-film ini benar-benar tancap gas.
Yang dimanfaatkan dengan baik oleh Sang-min untuk menakut-nakutkan penonton adalah bagaimana ia menggunakan kameranya. Selain kamera film, Salmokji: Whispering Water juga memanfaatkan kamera yang dipakai oleh karakternya.
Salmokji: Whispering Water (2026). Foto: Dok. Ist |
Point-of-view dari kamera karakter ini-lah yang menjadi senjata yang paling efektif. Banyak sekali jumpscare yang ada di film ini menjadi ganas karena ia menggunakan kamera karakternya sebagai kanvasnya.
Penonton horor sejati pasti sudah menyaksikan berbagai macam versi cerita seperti Salmokji: Whispering Water. Tapi meskipun film ini terasa generik, apa yang ditawarkan oleh film ini terlalu sulit untuk ditolak.
Air danau yang tenang itu ternyata memang semenyeramkan itu di kegelapan malam. Apa lagi ketika kamu melihat kepala mengambang di tengah-tengahnya.
| Genre | horror |
| Runtime | 95 minute |
| Release Date | 8 April |
| Production Co. | The Lamp |
| Director | Lee Sang-min |
| Writer | Lee Sang-min |
| Cast | Kim Hye-yoon as Han Su-in Lee Jong-woon as Yoon Ki-tae Kim Jun-han as Woo Gyo-sil |
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.














































