K-Movie

Sutradara Bicara Soal Kontroversi The Assassin(s): Kenapa Jadi Begini?

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Film Korea Selatan The Assassin(s)
(Foto: Hive Media Corp) Film Korea Selatan The Assassin(s)
Jakarta -

Sutradara Hur Jin Ho buka suara lagi soal kontroversi The Assassin(s). Dia tampil dalam episode tayangan MBC PD Note episode terbaru, membahas kejadian yang menimpa film terbarunya.

Ini pertama kalinya Hur Jin Ho tampil di layar untuk bicara soal kontroversi The Assassin(s) selama sebulan terakhir. Dalam wawancara dengan PD Note, dia ngaku penasaran kenapa kontroversi film tersebut bisa melebar sejauh ini.

Alasannya, reaksi awal penonton saat pemutaran pratinjau sebelum tayang di bioskop cukup positif. Dia mengaku gak mendengar satu pun komentar bernuansa politis seperti yang belakangan dilontarkan oleh beberapa pihak.

"Kami menggelar pemutaran pratinjau bersama hampir 20 ribu orang sebelum film ini rilis, komentar seperti ini tidak pernah muncul. Kami juga melakukan pemutaran untuk pers dan media sebelum rilis. Memang isu yang dibahas sensitif, tapi pertanyaan terkait hal-hal yang dipermasalahkan belakangan ini tidak pernah muncul," katanya dilansir dari OSEN via Chosun Biz pada Rabu (28/10/2026).

Setelah The Assassin(s) tayang, terlepas dari kesuksesannya di box office, kritik muncul dari beberapa kubu konservatif. Mereka menilai film ini berusaha menyudutkan pihak tertentu, hingga membuat kesimpulan baru atas kejadian sejarah.

Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd dan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara. Anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara.

Amarah mereka yang kontra terhadap film ini berujung serangan terhadap para pemainnya. Terparah dirasakan aktor Yoo Hai Jin yang sampai harus meminta perlindungan pihak kepolisian.

Adegan dalam film Korea Assassins (2026).Adegan dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp

Hur Jin Ho lewat rilis resminya sebelum ini membantah segala tuduhan. Menegaskan bahwa film ini merupakan hasil dari kreativitas, bukan untuk membuat kesimpulan sejarah baru. Mereka juga tidak berusaha untuk menunjuk individu tertentu sebagai dalang, atau menyajikan hipotesis baru sebagai fakta.

Dia juga menekankan soal usaha untuk menyeimbangkan sudut pandang dan tidak memperlakukan satu hipotesis dalam film sebagai sebuah kebenaran. Ada banyak imajinasi yang membalut materi film ini.

Hal senada diutarakan distributor Hive Media Corp dalam pernyataan resminya. The Assassin(s) hanyalah bentuk kreativitas, bukan pernyataan fakta.

"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.

Semua yang terlibat dalam The Assassin(s), termasuk sutradara hingga aktor, mendapat dukungan penuh dari asosiasi sineas Korea Selatan. Jung Joo Ri, sutradara yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Film Independen Korea menyampaikan kekhawatirannya terkait kritik berlebihan terhadap The Assassin(s).

"Kalau reaksi seperti ini muncul disebabkan karena film, lalu kami (sebagai kreator) harus bagaimana selanjutnya?" katanya.

Zhang Yimou, sutradara asal China yang belum lama ini jadi juri di Busan International Film Festival juga menyampaikan dukungannya. Mengingat penampilan panelis The Assassin(s) dalam event tahunan itu dibatalkan karena kontroversi.

"Kreasi ya kreasi. Tidak semua harus didasarkan pada fakta," tegasnya.

Halaman 2 dari 2
(aay/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO