Yoo Hai Jin Cabut Perlindungan Polisi Usai Kontroversi The Assassin(s)

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Film Korea Selatan The Assassin(s)
Foto: Hive Media Corp
Jakarta -

Aktor Yoo Hai Jin jadi sosok yang paling kena akibat dari kontroversi The Assassin(s). Demi keamanannya, manajemen secara khusus meminta perlindungan dari pihak kepolisian.

Hal itu dilakukan setelah Yoo Hai Jin mengalami penyerangan online dan offline. Bahkan sampai ada oknum yang melanggar hak pribadi dan mengancam keselamatan sang aktor.

Pada 4 Oktober lalu, Rumah Yoo Hai Jin juga dijadikan lokasi demonstrasi oleh grup konservatif yang geram atas depiksi karakter dan cerita film The Assassin(s). Mereka menilai arahan sutradara Hur Jin Ho itu mendistorsi sejarah.

Melihat kehebohan ini, VASR Entertainment meminta pertolongan dari Kantor Polisi Seoul Seongbuk. Petugas mulai berjaga-jaga di sekitar lokasi pada 6 Oktober. Bahkan meminta Yoo Hai Jin mengenakan jam pintar yang langsung terhubung dengan sistem panggilan darurat kepolisian.

"Kami menerapkan langkah perlindungan setelah peninjauan sebagai tanggapan atas permintaan manajemen mengenai langkah-langkah keselamatan. Ini bukan perlakuan istimewa karena dia seorang aktor," kata perwakilan polisi, Go Beom Seok, dilansir OSEN pada Jumat (16/10/2026).

Kini Yoo Hai Jin secara pribadi meminta perlindungan tersebut dicabut. Permintaan itu diutarakan oleh aktor pemeran The King's Warden itu pada 13 Oktober, kemudian dikabulkan dan selesai sehari kemudian.

Sinopsis The Assassin(s)

Adegan dalam film Korea Assassins (2026).Adegan dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp

Berlatar pada 15 Agustus 1974, saat upacara Hari Pembebasan di Seoul. Seorang pria melepaskan tembakan ketiga Presiden Park Chung Hee berpidato.

Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas karena tembakan itu. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.

Setelah kejadian itu, detektif Cheol Gu (Yoo Hai Jin), editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il), dan seorang wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho), mempertanyakan hasil investigasi resmi dari insiden penembakan itu.

Mereka memperdebatkan soal fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian. Padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan dibalas tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.

Cerita The Assassin(s) Dinilai Melenceng

Beberapa pihak dari kubu oposisi menilai apa yang ditampilkan dalam The Assassin(s) sangat bertentangan dengan fakta sejarah. Mereka bahkan dengan tegas menyebut film ini telah mendistorsi fakta.

Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd. Dia bahkan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.

Dilansir dari Korea Herald, anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari tim produksi.

Adegan dalam film Korea Assassins (2026).Adegan dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp

Sutradara Hur Jin Ho dalam keterangannya menyebutkan, dia berusaha menyeimbangkan sudut pandang dan tidak memperlakukan satu hipotesis dalam film sebagai sebuah kebenaran. Ada banyak imajinasi yang membalut materi film ini.

Hive Media Corp sebagai perusahaan produksi dan distributor film buka suara. Mereka membantah semua yang dituduhkan.

"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.

Halaman 2 dari 2
(aay/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO