Ini Hal Paling Sulit di GJLS Berapi-Api

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
GJLS Berapi-Api
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir (GJLS) kembali bermain film bersama lewat GJLS Berapi-Api. Film kedua dari grup tersebut ini tak hanya menyuguhkan komedi, tetapi juga menghadirkan drama emosional tentang persahabatan dan perjuangan mengejar mimpi.

Ketiganya berbagi cerita mengenai proses pendalaman karakter hingga pengalaman menjalani adegan yang menguras emosi. Ananta Rispo mengaku mendapatkan karakter yang berbeda dari film sebelumnya, Ibuku Ibu-ibu. Kali ini, ia merasa karakternya memiliki sisi kemanusiaan yang lebih kuat.

"Pendalaman karakternya, saya berusaha mencari karakter yang sangat berbeda dari Ibuku Ibu-ibu. Di film ini saya lumayan punya hati, lumayan jadi manusia yang benar. Jadi, senang banget akhirnya bisa jadi orang benar di GJLS," kata Rispo dalam acara press screening di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Rispo juga mengungkapkan ada adegan emosional yang cukup membekas selama proses syuting. Salah satunya ketika karakternya berhadapan dengan Rigen yang tidak menyetujui sebuah keputusan.

Sementara itu, Hifdzi Khoir menilai kedekatan mereka di dunia nyata menjadi modal penting dalam membangun chemistry di film tersebut. Ketiganya diketahui telah bersahabat selama hampir tujuh tahun.

"Untuk persahabatan, karena kita bertiga memang sudah bersahabat. Jadi, bonding-nya sudah hampir tujuh tahun. Pas syuting, sudah tinggal jalan saja," ujar Hifdzi.

Ia menilai GJLS Berapi-Api terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka dibandingkan film sebelumnya. Jika dalam Ibuku Ibu-ibu mereka berperan sebagai saudara, kali ini mereka memerankan tiga sahabat.

Hifdzi juga mengaku bahagia melihat perjalanan GJLS yang berkembang dari konten komedi hingga menghasilkan film layar lebar kedua. Respons penonton dalam rangkaian pemutaran di sejumlah kota, seperti Surabaya, Malang, dan Yogyakarta, turut memberikan kesan tersendiri.

"Bisa GJLS sejauh ini, jadi film, bahkan filmnya sudah film yang kedua, gua merasa happy sekali," tutur Hifdzi.

Bagi Rigen Rakelna, film ini juga menjadi gambaran perjuangan mereka dalam mengejar mimpi. Ia menyebut kesempatan kembali dipercaya membuat film bersama Amadeus Sinemagna menjadi pencapaian penting bagi ketiganya.

"Bisa ada di sini adalah salah satu mimpi kita bertiga juga. Kita bisa diberi kepercayaan untuk bikin film kedua sama Amadeus. Kalau yang pertama, kita bisa memperkenalkan GJLS seperti apa ke masyarakat luas. Yang kedua ini, kita bisa memperlihatkan bahwa kita juga bisa seserius ini dalam membuat film," kata Rigen.

Rigen turut menceritakan tantangan saat menjalani adegan drama bersama Hifdzi. Menurutnya, salah satu bagian tersulit justru muncul ketika mereka harus membangun emosi sebagai sahabat yang menghadapi konflik. Ia bahkan mengaku sempat terbawa suasana ketika harus kembali mengambil gambar setelah mengira adegan tersebut selesai.

"Kita ada adegan drama, gua berdua sama Hifdzi. Saking kita enggak mau tatap-tatapan mata, enggak mau ada ngobrol, kita benar-benar menjauh. Untungnya Pak Monty juga ngasih waktu buat kita menenangkan diri," pungkas Rigen.

Disutradarai Monty Tiwa, GJLS Berapi-Api mengangkat kisah tiga sahabat yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Namun, mereka gagal dalam tes fisik dan justru terlibat dalam berbagai tugas di luar pemadaman api.

Perjalanan mereka kemudian mengarah pada misi penyelamatan anak-anak dari sindikat kejahatan. Film produksi Amadeus Sinemagna dan GJLS Entertainment ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

(fbr/ass)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO