K-Movie
Sineas Korea Selatan Geram The Assassin(s) Dipolitisasi
Sineas Korea Selatan geram dan lantang bersuara keras. Meminta agar politisi setop melakukan aksinya mempolitisasi film The Assassin(s). Hal ini mereka suarakan di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 yang tengah berlangsung.
Pada Kamis (8/10) kemarin, sederet sutradara dan pegiat industri film Korea Selatan berkumpul di BIFF dalam sebuah konferensi pers. Nama-nama seperti sutradara Chung Ji Young dan Lee Myung Se, bersama 18 orang lainnya, mengecam para politisi yang menjadikan The Assassin(s) film kontroversial.
"Kami prihatin dengan situasi di mana penilaian terhadap film tersebut berkembang menjadi alat untuk perseteruan politik," ujar mereka dalam sebuah pernyataan dilansir Korea JoongAng Daily pada Jumat (9/10/2026).
"Penontonlah, bukan politisi, yang seharusnya memberikan penilaian," tegas mereka.
Lebih lanjut, perwakilan sineas ini menyoroti bagaimana para politisi terlalu berasumsi terhadap plot cerita filmnya, tanpa menyaksikan keseluruhan isi The Assassin(s). Parahnya, mereka juga memaksa sutradara, aktor, dan tim produksi bertanggung jawab atas apa yang mereka nilai sebagai 'distorsi sejarah'.
Menurut para sineas, hal ini sangat berbahaya buat industri film Korea Selatan secara umum. Sebab bisa berpotensi menghalang kebebasan kreatif para pembuat film.
Reaksi keras beberapa politisi terhadap The Assassin(s) sebelumnya bikin panel film ini di BIFF 2026 dibatalkan. Sebab penyelenggara dan distributor film khawatir, penampilan para bintang di acara publik saat kontroversi masih memanas bisa membahayakan.
Berlatar pada 15 Agustus 1974, saat upacara Hari Pembebasan di Seoul. Seorang pria melepaskan tembakan ketiga Presiden Park Chung Hee berpidato.
Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas karena tembakan itu. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.
Setelah kejadian itu, detektif Cheol Gu (Yoo Hai Jin), editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il), dan seorang wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho), mempertanyakan hasil investigasi resmi dari insiden penembakan itu.
Mereka memperdebatkan soal fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian. Padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan dibalas tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.
(aay/wes)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
