Di balik rahasia sebuah keluarga, tersimpan jejak sejarah yang tak selalu mudah dibicarakan.
Bagaimana sebuah keluarga China kaya raya, menyimpan begitu banyak misteri dengan seluk-beluknya. Premis itu yang diungkap dalam novel Yang Mulia yang ditulis Tiffany Tsao dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Rio Johan.
Dalam novel ketiganya, perempuan yang berprofesi sebagai penerjemah itu menelusuri identitas, ingatan keluarga, dan sejarah masyarakat Tionghoa Indonesia ke dalam karya fiksinya.
Berlatar keluarga China di bawah cengkeraman pemerintahan Soeharto, novel ini seakan mengajak pembaca buat kembali ke masa lalu dan membicarakan kehidupan masa kini. Apa yang menjadi gagasan Tiffany Tsao dalam menulis karya ketiganya?
"Ide sederhananya, saya ingin menulis cerita soal rahasia keluarga. Ini kan bermula dari pembunuhan massal ketika kakeknya yang kaya ulang tahun. Apa yang disembunyikan, apa yang kita sembunyikan dari diri kita sendiri, rahasia demi rahasia lainnya digali dan itu jadi gagasan utamanya," ucapnya saat membuka diskusi di Prose and Petals, kawasan Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, pada Kamis (29/10/2026).
Tiffany Tsao cerita, sebenarnya saat mulai menggarap novel Yang Mula ini dia 'agak' takut dengan stereotip terhadap keluarga China-Indonesia.
"Genetik saya China-Amerika, saya lahir dan besar di AS, Singapura, dan Indonesia. Saat saya membaca buku China-Amerika, saya China tapi agak sedikit berbeda, 'oh sepertinya ini bukan saya'. Saat saya baca literatur China-Singapura, 'oh thats not me', ketika saya menuliskannya saya sadar ini topik sensitif," terang Tiffany Tsao.
Dikutip dari Wikipedia, novel Yang Mulia awalnya diterbitkan di Australia pada tahun 2018, dirilis di AS dan Inggris dengan judul The Majesties pada tahun 2020 dan meraih ulasan yang positif. Novel Yang Mulia pun masuk ke dalam daftar panjang untuk penghargaan Ned Kelly Award di Australia pada 2019.
Tiffany Tsao kini ia tinggal di Australia dan sudah menerima beberapa penghargaan internasional untuk penerjemahan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris. Termasuk PEN Translation Prize dan NSW Premier's Translation Prize untuk Orang-Orang Bloomington karya Budi Darma. Novel terbarunya But Won't I Miss Me terbit pada Mei 2026.
Sinopsis Novel Yang Mulia:
Buku ini mengisahkan dua kakak-beradik dari salah satu dinasti Tionghoa-Indonesia paling berpengaruh di Jakarta, dan malam yang mengoyak keluarga mereka. Di pesta ulang tahun kakek mereka yang mewah, Estella meracuni seluruh tamu, dan hanya adiknya, Gwendolyn, yang selamat.
Terombang-ambing antara kesadaran dan kenangan di ranjang rumah sakit, Gwendolyn merangkai kembali kehidupan yang pernah mereka jalani: ikatan eratnya dengan Estella, hilangnya Tante Sandra yang tak pernah terjelaskan, dan rumah megah tempat keluarga taipan Irwan Sulinado menyembunyikan rahasia terdalamnya, rahasia yang berakar pada ketakutan yang mencengkeram keluarga-keluarga Tionghoa-Indonesia pada 1998. Seperti kupu-kupu raja yang dulu kerap mereka saksikan bersama, kebenaran harus terkuak sebelum akhirnya bisa terbang.
Simak Video "Video: Buku Move Forward, Bukan Move On: Rahasia Otak Sembuhkan Luka"
(tia/ass)