Novel Tongueless Karya Lau Yee-Wa Segera Terbit di Indonesia

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Novelis Tongueless
Foto: Dok.KPG
Jakarta - Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) mengumumkan bakal menerbitkan novel Tongueless karya Lau Yee-Wa ke dalam bahasa Indonesia. Karya ini jadi pemenang penghargaan utama dalam Chommanard International Women's Literary Award 2025.

Penghargaan Chommanard 2025 menetapkan Tongueless sebagai karya terbaik atas kekuatan naratifnya yang mengangkat isu bahasa, identitas, dan kontrol institusional.

"Rencana penerbitan ini jadi bagian dari komitmen Gramedia buat hadirkan karya sastra perempuan dunia bagi pembaca Tanah Air," tulis keterangan penerbit KPG, Senin (27/4).

Sebelum jadi pemenang, ajang Chommanard 2025 juga mengumumkan 8 besar atau shorlist. Salah satunya adalah novel Laut Bercerita karya Leila S Chudori dan Taiwan Travelogue karya Yang Shuang-zi, yang turut masuk dalam shortlist International Booker Prize 2026.

FYI, Chommanard International Women's Literary Award adakah penghargaan sastra internasional yang bertujuan untuk mendukung dan mengangkat suara penulis perempuan dari berbagai negara. Diselenggarakan di Thailand, ajang ini menjadi platform penting dalam memperluas dialog lintas budaya melalui karya sastra.

Tongueless adalah novel karya Lau Yee-Wa yang diterjemahkan oleh Jennifer Feeley, bergenre psychological thriller sosial yang menyoroti tekanan hidup dan politik di Hong Kong.

Cerita berfokus pada dua guru bahasa Tionghoa, Wai dan Ling, di Sing Din Secondary School yang menghadapi krisis karier akibat kebijakan sekolah yang memaksa peralihan pengajaran dari bahasa Kanton ke bahasa Mandarin.

Wai adalah sosok yang canggung dan tidak populer, menjadi obsesif belajar bahasa Mandarin, namun gagal dalam ujian kualifikasi, kehilangan pekerjaannya, mengalami gangguan mental, dan akhirnya meninggal bunuh diri dengan cara ekstrem (menggunakan bor di kepalanya).

Sedangkan Ling adalah sosok yang pandai mengambil hati atasan dan teman sejawat, mencoba bertahan dengan keahlian sosialnya, namun ikut tertekan oleh beban kerja dan ketakutan akan kehilangan pekerjaan.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO