Lebih dari 7.000 penulis dan pekerja buku dari seluruh dunia bergabung dalam aksi boikot menolak kolaborasi dengan lembaga penerbitan dan institusi budaya Israel. Siapa saja penulis-penulis dunia yang boikot Israel? Berikut di antaranya:
1. Sally Rooney
Pelopor Awal. Penulis asal Irlandia, Sally Rooney, memulai kontroversi ini pada 2021 dengan menolak menerbitkan bukunya dalam bahasa Ibrani melalui penerbit komersial Israel sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS).
Kini, ia menarik peredaran buku-bukunya dari Inggris dan mengaku takut ditangkap setelah pernyataan terbuka mendukung Palestine Action. Organisasi itu dicap teroris oleh otoritas Inggris.
2. Alice Walker
Penulis The Color Purple ini menolak memberikan izin penerjemahan bahasa Ibrani untuk bukunya kepada penerbit Israel. Sikap tersebut dikaitkan dengan dukungannya terhadap boikot budaya dan gerakan BDS.
3. Kamila Shamsie
Novelis Inggris-Pakistan ini dikenal mendukung gerakan BDS. Pada 2019, ia mengundurkan diri dari penghargaan sastra Nelly Sachs Prize setelah muncul kontroversi mengenai dukungannya terhadap boikot Israel. Keputusan tersebut kemudian menjadi perdebatan publik di Jerman.
4. Naomi Klein
Penulis The Shock Doctrine ini telah lama mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina dan mendukung gerakan BDS. Ia kembali menyuarakan solidaritas terhadap Palestina secara terbuka setelah perang di Gaza pada 2023.
5. Arundhati Roy
Penulis The God of Small Things ini telah lama menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mengkritik pendudukan serta kebijakan pemerintah Israel. Ia juga dikenal sebagai aktivis yang menentang berbagai bentuk penindasan politik.
6. Ta-Nehisi Coates
Penulis Amerika ini menjadi salah satu suara yang banyak dibicarakan dalam diskusi mengenai Palestina setelah mengunjungi wilayah Israel dan Tepi Barat. Dalam bukunya The Message (2024), ia membahas pengalamannya melihat kondisi kehidupan warga Palestina dan mengkritik ketimpangan serta perlakuan terhadap mereka.
7. Annie Ernaux
Penulis peraih Nobel Sastra asal Prancis, Annie Ernaux, adalah pendukung vokal gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) serta berbagai aksi boikot terhadap kebijakan dan lembaga Israel.
Ia secara terbuka mendukung kampanye BDS dan menandatangani berbagai surat terbuka, termasuk "Surat menentang apartheid: mendukung perjuangan Palestina untuk dekolonisasi". Annie Ernaux juga menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza adalah bentuk apartheid dan penjajahan.
8. Rupi Kaur
Penyair dan penulis asal Kanada, Rupi Kaur, secara aktif terlibat dalam berbagai bentuk boikot dan aksi solidaritas terhadap Palestina serta menentang kebijakan Israel di Gaza.
Salah satu aksinya, Rupi Kaur memprotes dukungan pemerintahan Biden terhadap agresi militer dan pemboman Israel di Gaza. Ia menyatakan tidak akan menghadiri acara dari institusi yang terlibat atau mendukung hukuman kolektif terhadap warga sipil Palestina.
Simak Video "Video: 1.800 Seniman Hollywood Boikot Lembaga Film Israel"
(tia/pig)