8 Penulis Dunia Pro-Palestina dan Boikot Israel

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
PARIS, FRANCE - OCTOBER 06: French author Annie Ernaux gives a press conference as she wins Nobel Prize in Literature on October 06, 2022 in Paris, France. She was cited for the courage and clinical acuity with which she uncovers the roots, estrangements and collective restraints of personal memory. (Photo by Marc Piasecki/Getty Images)
Foto: Getty Images/Marc Piasecki
Jakarta - Lebih dari 7.000 penulis dan pekerja buku dari seluruh dunia bergabung dalam aksi boikot menolak kolaborasi dengan lembaga penerbitan dan institusi budaya Israel. Siapa saja penulis-penulis dunia yang boikot Israel? Berikut di antaranya:

1. Sally Rooney

Pelopor Awal. Penulis asal Irlandia, Sally Rooney, memulai kontroversi ini pada 2021 dengan menolak menerbitkan bukunya dalam bahasa Ibrani melalui penerbit komersial Israel sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS).

Kini, ia menarik peredaran buku-bukunya dari Inggris dan mengaku takut ditangkap setelah pernyataan terbuka mendukung Palestine Action. Organisasi itu dicap teroris oleh otoritas Inggris.

2. Alice Walker

Penulis The Color Purple ini menolak memberikan izin penerjemahan bahasa Ibrani untuk bukunya kepada penerbit Israel. Sikap tersebut dikaitkan dengan dukungannya terhadap boikot budaya dan gerakan BDS.

3. Kamila Shamsie

Novelis Inggris-Pakistan ini dikenal mendukung gerakan BDS. Pada 2019, ia mengundurkan diri dari penghargaan sastra Nelly Sachs Prize setelah muncul kontroversi mengenai dukungannya terhadap boikot Israel. Keputusan tersebut kemudian menjadi perdebatan publik di Jerman.

4. Naomi Klein

Penulis The Shock Doctrine ini telah lama mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina dan mendukung gerakan BDS. Ia kembali menyuarakan solidaritas terhadap Palestina secara terbuka setelah perang di Gaza pada 2023.

5. Arundhati Roy

Penulis The God of Small Things ini telah lama menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mengkritik pendudukan serta kebijakan pemerintah Israel. Ia juga dikenal sebagai aktivis yang menentang berbagai bentuk penindasan politik.

6. Ta-Nehisi Coates

Penulis Amerika ini menjadi salah satu suara yang banyak dibicarakan dalam diskusi mengenai Palestina setelah mengunjungi wilayah Israel dan Tepi Barat. Dalam bukunya The Message (2024), ia membahas pengalamannya melihat kondisi kehidupan warga Palestina dan mengkritik ketimpangan serta perlakuan terhadap mereka.

7. Annie Ernaux

Penulis peraih Nobel Sastra asal Prancis, Annie Ernaux, adalah pendukung vokal gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) serta berbagai aksi boikot terhadap kebijakan dan lembaga Israel.

Ia secara terbuka mendukung kampanye BDS dan menandatangani berbagai surat terbuka, termasuk "Surat menentang apartheid: mendukung perjuangan Palestina untuk dekolonisasi". Annie Ernaux juga menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza adalah bentuk apartheid dan penjajahan.

8. Rupi Kaur

Penyair dan penulis asal Kanada, Rupi Kaur, secara aktif terlibat dalam berbagai bentuk boikot dan aksi solidaritas terhadap Palestina serta menentang kebijakan Israel di Gaza.

Salah satu aksinya, Rupi Kaur memprotes dukungan pemerintahan Biden terhadap agresi militer dan pemboman Israel di Gaza. Ia menyatakan tidak akan menghadiri acara dari institusi yang terlibat atau mendukung hukuman kolektif terhadap warga sipil Palestina.



(tia/pig)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO